Faksi Anti Mansour Tunjuk Rasool Sebagai Pemimpin Taliban
Kamis, 05 November 2015 - 17:03 WIB
Faksi Anti Mansour Tunjuk Rasool Sebagai Pemimpin Taliban
A
A
A
KABUL - Perpecahan benar-benar terjadi di dalam kelompok militan Taliban, pasca meninggalnya pendiri kelompok tersebut, Mullah Omar. Sebuah faksi Taliban Afghanistan yang menolak kepemimpinan Mullah Mansour menunjuk Mullah Muhammad Rasool sebagai pemimpinnya.
Seperti dikutip dari laman BBC, Kamis (5/11/2015), kelompok Taliban yang memisahkan diri ini menganggap Mullah Akhtar Mansour telah menggunakan kelompok yang pernah berkuasa di Afghanistan itu untuk kepentingan pribadi. Mansour ditunjuk sebagai suksesor Mullah Omar pada bulan Agustus lalu.
Dalam sebuah video yang menggambarkan pertemuan tersebut, Mullah Rasool menyempatkan diri berpidato selama 13 menit di hadapan para pengikutnya. Dia akan memiliki empat deputi untuk urusan militer dan seorang wakil yang akan mengurus urusan politik.
Dalam beberapa bulan terkahir, kabar perpecahan di tubuh Taliban memang berhembus sangat kencang. Perpecahan terjadi setelah Mullah Akhtar Mansour ditunjuk sebagai pengganti Mullah Omar. Awalnya, pihak keluarga Mullah Omar termasuk pihak yang menentang penunjukkan tersebut. Namun belakangan, mereka menerima dan membaiat dirinya untuk setia kepada Mullah Mansour.
Berbagai upaya untuk menyatukan kedua kubu pun sempat dilakukan. Namun, upaya itu berujung sia-sia, karena keduanya tidak menemui kata sepakat terkait sosok yang pantas memimpin Taliban. (Baca juga: Upaya Islah Dua Faksi di Taliban Berujung Buntu)
Seperti dikutip dari laman BBC, Kamis (5/11/2015), kelompok Taliban yang memisahkan diri ini menganggap Mullah Akhtar Mansour telah menggunakan kelompok yang pernah berkuasa di Afghanistan itu untuk kepentingan pribadi. Mansour ditunjuk sebagai suksesor Mullah Omar pada bulan Agustus lalu.
Dalam sebuah video yang menggambarkan pertemuan tersebut, Mullah Rasool menyempatkan diri berpidato selama 13 menit di hadapan para pengikutnya. Dia akan memiliki empat deputi untuk urusan militer dan seorang wakil yang akan mengurus urusan politik.
Dalam beberapa bulan terkahir, kabar perpecahan di tubuh Taliban memang berhembus sangat kencang. Perpecahan terjadi setelah Mullah Akhtar Mansour ditunjuk sebagai pengganti Mullah Omar. Awalnya, pihak keluarga Mullah Omar termasuk pihak yang menentang penunjukkan tersebut. Namun belakangan, mereka menerima dan membaiat dirinya untuk setia kepada Mullah Mansour.
Berbagai upaya untuk menyatukan kedua kubu pun sempat dilakukan. Namun, upaya itu berujung sia-sia, karena keduanya tidak menemui kata sepakat terkait sosok yang pantas memimpin Taliban. (Baca juga: Upaya Islah Dua Faksi di Taliban Berujung Buntu)
(ian)