Suu Kyi Siap Maju di Pilpres Myanmar
Kamis, 05 November 2015 - 16:36 WIB
Suu Kyi Siap Maju di Pilpres Myanmar
A
A
A
YANGON - Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi menyatakan siap maju menjadi calon presiden jika partai yang dipimpinnya memenangi pemilu bersejarah pada 8 November mendatang. Lewat pernyataan ini, Suu Kyi seolah menentang konstitusi Myanmar yang melarang dirinya untuk maju menjadi calon Kepala Negara di negara tersebut.
"Saya akan maju menjadi presiden," kata Suu Kyi dengan santai dan sambil tersenyum kepada wartawan dalam konferensi pers menjelang pemungutan suara seperti disadur dari laman Reuters, Kamis (5/11/2015).
"Ini adalah pesan yang sangat sederhana. Konstitusi tidak mengatakan apa-apa tentang seorang untuk menjadi calon presiden," tambahnya.
Suu Kyi mengatakan, bahwa telah terjadi penyimpangan dalam pemilu sebelumnya, penipuan, dan intimidasi, serta penyelenggaraannya lebih cepat dari pada pemilu pertama yang bebas dan adil yang diselenggarakan dalam 25 tahun.
Suu Kyi berharap partai yang dipimpinnya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dapat memenangkan pemilu. Partai ini sempat memenangkan pemilu Myanmar dengan telak pada tahun 1990. Namun kemenangan itu dibatalkan oleh junta militer Myanmar. Suu Kyi sendiri saat itu telah menjadi seorang tahanan rumah dan berjalan hingga dua puluh tahun ke depan.
"Saya akan maju menjadi presiden," kata Suu Kyi dengan santai dan sambil tersenyum kepada wartawan dalam konferensi pers menjelang pemungutan suara seperti disadur dari laman Reuters, Kamis (5/11/2015).
"Ini adalah pesan yang sangat sederhana. Konstitusi tidak mengatakan apa-apa tentang seorang untuk menjadi calon presiden," tambahnya.
Suu Kyi mengatakan, bahwa telah terjadi penyimpangan dalam pemilu sebelumnya, penipuan, dan intimidasi, serta penyelenggaraannya lebih cepat dari pada pemilu pertama yang bebas dan adil yang diselenggarakan dalam 25 tahun.
Suu Kyi berharap partai yang dipimpinnya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) dapat memenangkan pemilu. Partai ini sempat memenangkan pemilu Myanmar dengan telak pada tahun 1990. Namun kemenangan itu dibatalkan oleh junta militer Myanmar. Suu Kyi sendiri saat itu telah menjadi seorang tahanan rumah dan berjalan hingga dua puluh tahun ke depan.
(ian)