Dua Warga Palestina Kembali Didor Tentara Israel
Kamis, 29 Oktober 2015 - 20:42 WIB
Dua Warga Palestina Kembali Didor Tentara Israel
A
A
A
YERUSALEM - Dua warga Palestina kembali ditembak oleh tentara Israel. Penembakan terjadi setelah dua warga Palestina itu menyerang polisi dan tentara Israel di Hebron, sebuah kota di Tepi Barat.
Seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (29/10/2015), seorang polisi paramiliter menembak mati seorang warga Palestina di Hebron, setelah sebelumnya warga Palestina itu menusuk dan menyebabkan seorang polisi terluka.
Selang beberapa jam kemudian, di lokasi yang tidak jauh dari TKP insiden pertama, seorang warga Palestina kembali ditembak mati oleh pasukan Israel, setelah ia mencoba menikam seorang tentara dengan pisau.
Gelombang kekerasan yang terjadi pada bulan ini adalah yang terburuk sejak perang di Gaza pada tahun 2014 lalu. Eskalasi kekerasan ini dipicu oleh ketegangan agama dan politik atas situs suci umat Muslim dan Yahudi di Yerusalem.
Terhitung sejak tanggal 1 Oktober, setidaknya sudah 62 warga Palestina ditembak mati oleh Israel di Tepi barat dan Gaza. Dari jumlah itu, 35 adalah pelaku penyerang bersenjata. Sedangkan sisanya ditembak oleh pasukan Israel saat menggelar protes anti-Israel.
Aksi kekerasan juga menyebabkan korban jiwa di Israel. Tercatat, 11 warga Israel tewas dimana sebagian besar diakibatkan oleh penikaman yang dilakukan oleh warga Palestina dan sisanya dengan senjata api atau pelemparan batu.
Seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (29/10/2015), seorang polisi paramiliter menembak mati seorang warga Palestina di Hebron, setelah sebelumnya warga Palestina itu menusuk dan menyebabkan seorang polisi terluka.
Selang beberapa jam kemudian, di lokasi yang tidak jauh dari TKP insiden pertama, seorang warga Palestina kembali ditembak mati oleh pasukan Israel, setelah ia mencoba menikam seorang tentara dengan pisau.
Gelombang kekerasan yang terjadi pada bulan ini adalah yang terburuk sejak perang di Gaza pada tahun 2014 lalu. Eskalasi kekerasan ini dipicu oleh ketegangan agama dan politik atas situs suci umat Muslim dan Yahudi di Yerusalem.
Terhitung sejak tanggal 1 Oktober, setidaknya sudah 62 warga Palestina ditembak mati oleh Israel di Tepi barat dan Gaza. Dari jumlah itu, 35 adalah pelaku penyerang bersenjata. Sedangkan sisanya ditembak oleh pasukan Israel saat menggelar protes anti-Israel.
Aksi kekerasan juga menyebabkan korban jiwa di Israel. Tercatat, 11 warga Israel tewas dimana sebagian besar diakibatkan oleh penikaman yang dilakukan oleh warga Palestina dan sisanya dengan senjata api atau pelemparan batu.
(ian)