Pemuka Agama Indonesia Jelaskan Rahasia Toleransi pada Menlu Denmark

Kamis, 22 Oktober 2015 - 20:40 WIB
Pemuka Agama Indonesia...
Pemuka Agama Indonesia Jelaskan Rahasia Toleransi pada Menlu Denmark
A A A
JAKARTA - Sejumlah tokoh dan pemuka agama Indonesia memberikan penjelasan mengenai toleransi di Indonesia kepada Menteri Luar Negeri Denmark, Kristian Jensen. Penjelasan ini disampaikan kala terjadi dialog lintas agama antara sejumlah tokoh dan pemuka agama Indonesia dengan Jensen.

Bertempat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jensen mendapatkan banyak penjelasan mengenai toleransi antar agama di Indonesia, dan bagaimana hal ini bisa terus terjalin di Indonesia. Komarudin Hidayat, salah satu tokoh agama yang hadir menuturkan, toleransi bisa terus terjalin karena masyarakat Indonesia selalu merasa sebagai suatu kesatuan.

"Di Amerika mungkin hanya ada satu hari libur keagamaan, mungkin di tempat lain juga begitu. Tapi di Indonesia, hari besar semua agama dirayakan, semua agama mendapatkan hak mereka untuk merayakan hari besar mereka," ucap guru besar Universitas Islam Indonesia.

Sedangkan menurut perwaklian Muhamadiyah yang hadir, walaupun Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, tapi tidak ada hak khusus bagi umat Islam di Indonesia. Semua agama mendapatkan hak yang sama, inilah yang membuat toleransi di Indonesia terus terjadi.

Itu diperkuat oleh pernyataan perwakilan agama Budha di Indonesia, yang mengatakan walaupun mereka sebagai agama minatoritas, tapi mereka tidak pernah merasakan diskriminasi. Dirinya menuturkan umat Islam, sebagai mayoritas di Indonesia selalu merangkul mereka.

Selain mengunjungi Masjid Istiqlal, Jensen juga menyempatkan diri mengunjungi Katedral yang berada di seberangnya. Di sana, Jensen sebagai berdialog dengan Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo.

Dalam dialog itu Jensen sempat menanyakan bagaiman rasanya menjadi umat Kristen di Indonesia, yang bisa terbilang minoritas. Pihak keuskupan menjelasan bahwa tidak ada yang beda, sebagai umat Kristen mereka bebas untuk beribadah, dan menjalankan semua kegiatan keagamaan,

Satu hal yang menarik, pihak keuskupan juga menjelaskan bahwa untuk beberapa kesempatan Katedral sering digunakan oleh umat Muslim untuk dijadikan tempat ibadah, bila Istiqlal sudah terlalu penuh, begitu pula sebaliknya.
(esn)
Berita Terkait
Piala Thomas 2020: Indonesia...
Piala Thomas 2020: Indonesia Tantang Denmark di Semifinal
Indonesia Gandeng Denmark...
Indonesia Gandeng Denmark Rilis Kurikulum Pelatihan Penanganan Diabetes Bagi Nakes
PBSI Ungkap Penyebab...
PBSI Ungkap Penyebab Kegagalan Pemain Indonesia Rebut Juara di Denmark Open 2021
Hari Ini! Berikut Jadwal...
Hari Ini! Berikut Jadwal Indonesia vs Denmark di Piala Sudirman 2025
Piala Sudirman: Indonesia...
Piala Sudirman: Indonesia Waspadai Kekuatan Denmark
Indonesia Kirim 20 Wakil...
Indonesia Kirim 20 Wakil ke Denmark Open 2021
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved