Kerry: Kami Berusaha Selamatkan Suriah dari Kehancuran
Senin, 19 Oktober 2015 - 16:31 WIB
Kerry: Kami Berusaha Selamatkan Suriah dari Kehancuran
A
A
A
MADRID - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengatakan, pihaknya merasa memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan Suriah dari kehancurkan. Menurutnya, kehancurkan Suriah sama saja dengan kehancurkan Timur Tengah.
"Washington merasa memiliki tanggung jawab untuk mencoba dan menghindari kehancuran total dari Suriah. Kami khawatir kehancuran Suriah akan berdampak luas di kawasan, dan akan meningkatkan jumlah migran," kata Kerry kepada wartawan di Madrid, Spayol, seperti dilansir Arutz Sheva pada Senin (19/10).
Dirinya mengaku telah mengirimkan proposal kepada Rusia, Turki, dan sejumlah negara lain yang terlibat dalam aksi di Suriah. Dalam proposal itu, Kerry menyajikan beberapa langkah untuk menyelesaikan konflik di Suriah.
Kerry juga merencanakan pertemuan dengan perwakilan Rusia, Turki dan negara lainnya untuk membahas situasi di Suriah. Namun, dirinya belum mau memberi rincian mengenai kapan dan dimana pertemuan tersebut akan berlangsung.
Sementara itu, Rusia, salah satu negara yang turut melakukan serangan di Suriah dikabarkan sedang mempelajari proposal yang diajukan oleh diplomat senior AS tersebut. "Kami tahu tentang proposal itu, dan kami sedang memperlajarinya," ucap seorang diplomat Rusia dalam kondisi anonim.
"Washington merasa memiliki tanggung jawab untuk mencoba dan menghindari kehancuran total dari Suriah. Kami khawatir kehancuran Suriah akan berdampak luas di kawasan, dan akan meningkatkan jumlah migran," kata Kerry kepada wartawan di Madrid, Spayol, seperti dilansir Arutz Sheva pada Senin (19/10).
Dirinya mengaku telah mengirimkan proposal kepada Rusia, Turki, dan sejumlah negara lain yang terlibat dalam aksi di Suriah. Dalam proposal itu, Kerry menyajikan beberapa langkah untuk menyelesaikan konflik di Suriah.
Kerry juga merencanakan pertemuan dengan perwakilan Rusia, Turki dan negara lainnya untuk membahas situasi di Suriah. Namun, dirinya belum mau memberi rincian mengenai kapan dan dimana pertemuan tersebut akan berlangsung.
Sementara itu, Rusia, salah satu negara yang turut melakukan serangan di Suriah dikabarkan sedang mempelajari proposal yang diajukan oleh diplomat senior AS tersebut. "Kami tahu tentang proposal itu, dan kami sedang memperlajarinya," ucap seorang diplomat Rusia dalam kondisi anonim.
(esn)