Oposisi Malaysia Ajukan Mosi Tidak Percaya untuk PM Najib
Sabtu, 17 Oktober 2015 - 19:57 WIB
Oposisi Malaysia Ajukan Mosi Tidak Percaya untuk PM Najib
A
A
A
KUALA LUMPUR - Seorang anggota parlemen dari kelompok oposisi Malaysia mengajukan mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, untuk diperjuangkan di Parlemen.
Hee Loy Sian, anggota parlemen Malaysia dari partai yang dipimpin tokoh oposisi Anwar Ibrahim, Partai Keadilan Rakyat, mengajukan mosi tidak percaya terhadap Najib karena dianggap gagal menjelaskan secara memadai tentang penemuan dana sebesar USD700 juta di rekening pribadinya.
"Najib telah mempengaruhi citra negara di dunia dan menyebabkan investor kehilangan kepercayaan pada pemerintah dan menyebabkan ekonomi menjadi tidak stabil, pasar saham turun, dan ringgit terdepresiasi terhadap dolar AS," kata Sian seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (17/10/2015).
Mosi tidak percaya terhadap PM Razak ini akan menjadi bahasan terakhir ketiga dari 28 agenda rapat Parlemen yang akan digelar pada Senin mendatang. Namun diprediksi, mosi tidak percaya ini akan kandas karena kelompok oposisi hanya menguasai 25 kursi di parlemen Malaysia.
Kendati begitu, pengajuan mosi tidak percaya ini semakin memberikan tekanan yang hebat kepada PM Razak, setelah sebelumnya sempat digoyang dengan demonstrasi besar-besaran yang menuntutnya mundur dari kursi Perdana Menteri Malaysia.
Pada bulan Juli 2015 lalu, WSJ melaporkan bahwa penyelidik Malaysia telah ditelusuri aliran dana hampir USD700 juta dalam bentuk deposito. Aliran dana itu mengalir ke sebuah rekening pribadi yang diduga milik PM Najib. Namun, Najib membantah tuduhan korupsi maupun menerima dana dari lembaga 1MDB.
Sedangkan Wakil PM Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, mengatakan dana sebesar itu sumbangan dari donatur kaya asal Timur Tengah. Namun, tidak diungkap siapa donatur misterius itu. Hamidi juga mengklaim dana sebesar itu tidak berasal dari lembaga 1MDB.
Hee Loy Sian, anggota parlemen Malaysia dari partai yang dipimpin tokoh oposisi Anwar Ibrahim, Partai Keadilan Rakyat, mengajukan mosi tidak percaya terhadap Najib karena dianggap gagal menjelaskan secara memadai tentang penemuan dana sebesar USD700 juta di rekening pribadinya.
"Najib telah mempengaruhi citra negara di dunia dan menyebabkan investor kehilangan kepercayaan pada pemerintah dan menyebabkan ekonomi menjadi tidak stabil, pasar saham turun, dan ringgit terdepresiasi terhadap dolar AS," kata Sian seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (17/10/2015).
Mosi tidak percaya terhadap PM Razak ini akan menjadi bahasan terakhir ketiga dari 28 agenda rapat Parlemen yang akan digelar pada Senin mendatang. Namun diprediksi, mosi tidak percaya ini akan kandas karena kelompok oposisi hanya menguasai 25 kursi di parlemen Malaysia.
Kendati begitu, pengajuan mosi tidak percaya ini semakin memberikan tekanan yang hebat kepada PM Razak, setelah sebelumnya sempat digoyang dengan demonstrasi besar-besaran yang menuntutnya mundur dari kursi Perdana Menteri Malaysia.
Pada bulan Juli 2015 lalu, WSJ melaporkan bahwa penyelidik Malaysia telah ditelusuri aliran dana hampir USD700 juta dalam bentuk deposito. Aliran dana itu mengalir ke sebuah rekening pribadi yang diduga milik PM Najib. Namun, Najib membantah tuduhan korupsi maupun menerima dana dari lembaga 1MDB.
Sedangkan Wakil PM Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, mengatakan dana sebesar itu sumbangan dari donatur kaya asal Timur Tengah. Namun, tidak diungkap siapa donatur misterius itu. Hamidi juga mengklaim dana sebesar itu tidak berasal dari lembaga 1MDB.
(ian)