Palestina-Israel Memanas, Kerry Akan Temui Netanyahu
Sabtu, 17 Oktober 2015 - 17:45 WIB
Palestina-Israel Memanas, Kerry Akan Temui Netanyahu
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, berencana untuk bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pekan depan di Eropa untuk membahas upaya meredakan ketegangan Israel-Palestina.
"Kerry akan menjelaskan jika ia akan terus mengikuti situasi di sana dan AS akan tetap terlibat dalam upaya untuk memulihkan ketenangan," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip dari laman Washington Post, Sabtu (17/10/2015).
Deplu AS juga mengatakan, sebelumnya Kerry telah menelpon Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dan menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas gelombang kekerasan terbaru di Yerusalem. "Ia pun menawarkan dukungannya bagi upaya pemulihan ketenangan sesegera mungkin," begitu kata Deplu AS.
Kerry juga menekankan kepada Abbas perlunya menghindari kekerasan lebih lanjut untuk mencegah retorika, tuduhan, dan tindakan yang meningkatkan ketegangan. "Kerry berharap bisa melakukan perjalanan ke wilayah tersebut dalam waktu yang tepat," demikian pernyataan Deplu AS.
Sebanyak 33 warga Palestina telah tewas sejak terjadinya ketegangan antara Palestina dengan Israel awal bulan Oktober ini. Dari angka itu, 22 orang tewas di Tepi Barat dan Yerusalem, 11 di Jalur Gaza.
Sedangkan di pihak Israel, sebanyak tujuh orang tewas dan 92 orang lainnya mengalami luka-luka, dimana 10 diantaranya dilaporkan kritis.
"Kerry akan menjelaskan jika ia akan terus mengikuti situasi di sana dan AS akan tetap terlibat dalam upaya untuk memulihkan ketenangan," bunyi pernyataan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip dari laman Washington Post, Sabtu (17/10/2015).
Deplu AS juga mengatakan, sebelumnya Kerry telah menelpon Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dan menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas gelombang kekerasan terbaru di Yerusalem. "Ia pun menawarkan dukungannya bagi upaya pemulihan ketenangan sesegera mungkin," begitu kata Deplu AS.
Kerry juga menekankan kepada Abbas perlunya menghindari kekerasan lebih lanjut untuk mencegah retorika, tuduhan, dan tindakan yang meningkatkan ketegangan. "Kerry berharap bisa melakukan perjalanan ke wilayah tersebut dalam waktu yang tepat," demikian pernyataan Deplu AS.
Sebanyak 33 warga Palestina telah tewas sejak terjadinya ketegangan antara Palestina dengan Israel awal bulan Oktober ini. Dari angka itu, 22 orang tewas di Tepi Barat dan Yerusalem, 11 di Jalur Gaza.
Sedangkan di pihak Israel, sebanyak tujuh orang tewas dan 92 orang lainnya mengalami luka-luka, dimana 10 diantaranya dilaporkan kritis.
(ian)