MSF Sebut AS Hilangkan Bukti Penyerangan RS di Kunduz
Jum'at, 16 Oktober 2015 - 20:19 WIB
MSF Sebut AS Hilangkan Bukti Penyerangan RS di Kunduz
A
A
A
KABUL - Kelompok bantuan medis Doctors Without Borders mengatakan, Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah melanggar perjanjian ketika salah satu tanknya memaksa untuk berjalan melalui gerbang tertutup kompleks rumah sakit di Kunduz tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Menurut kelompok yang juga dikenal sebagai Medecins Sans Frontieres (MSF), mereka baru diberitahu setelah kejadian tersebut oleh tim bersama dari AS-NATO-Afghanistan yang tengah melakukan penyelidikan terhadap insiden serangan horor yang terjadi pada 3 Oktober lalu itu.
"Tanpa pemberitahuan dan memaksa masuk ke dalam properti, mereka telah menghancurkan bukti potensial dan menyebabkan stres dan ketakutan," bunyi pernyataan MSF, seperti dikutip dari laman Fox News, Jumat (16/10/2015). Kelompok tersebut juga menyatakan telah tiba di rumah sakit tersebut pada hari sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, serangan udara yang dilakukan oleh Angkatan Udara AS di Kunduz telah menghancurkan rumah sakit milik MSF dan menewaskan 22 orang, 10 pasien dan 12 staf rumah sakit. Serangan itu dilakukan karena rumah sakit tersebut diduga menjadi tempat persembunyian kelompok Taliban yang beberapa hari sebelumnya berhasil menguasai kota tersebut.
Menanggapi serangan tersebut, Presiden AS Barack Obama mengucapkan meminta maaf atas kejadian yang disebut oleh pemimpin pasukan AS di Afghanistan sebagai sebuah kesalahan. Terakhir, pihak AS menyatakan akan memberikan uang duka kepada para korban.
Menurut kelompok yang juga dikenal sebagai Medecins Sans Frontieres (MSF), mereka baru diberitahu setelah kejadian tersebut oleh tim bersama dari AS-NATO-Afghanistan yang tengah melakukan penyelidikan terhadap insiden serangan horor yang terjadi pada 3 Oktober lalu itu.
"Tanpa pemberitahuan dan memaksa masuk ke dalam properti, mereka telah menghancurkan bukti potensial dan menyebabkan stres dan ketakutan," bunyi pernyataan MSF, seperti dikutip dari laman Fox News, Jumat (16/10/2015). Kelompok tersebut juga menyatakan telah tiba di rumah sakit tersebut pada hari sebelumnya.
Sebagaimana diketahui, serangan udara yang dilakukan oleh Angkatan Udara AS di Kunduz telah menghancurkan rumah sakit milik MSF dan menewaskan 22 orang, 10 pasien dan 12 staf rumah sakit. Serangan itu dilakukan karena rumah sakit tersebut diduga menjadi tempat persembunyian kelompok Taliban yang beberapa hari sebelumnya berhasil menguasai kota tersebut.
Menanggapi serangan tersebut, Presiden AS Barack Obama mengucapkan meminta maaf atas kejadian yang disebut oleh pemimpin pasukan AS di Afghanistan sebagai sebuah kesalahan. Terakhir, pihak AS menyatakan akan memberikan uang duka kepada para korban.
(ian)