Disebut Provokatif, AS Keukeuh Berlayar ke Laut China Selatan
Kamis, 15 Oktober 2015 - 17:55 WIB
Disebut Provokatif, AS Keukeuh Berlayar ke Laut China Selatan
A
A
A
TOKYO - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengaku akan tetap berlayar melalui perairan internasional di Laut China Selatan, termasuk wilayah yang diklaim oleh China atau negara lain. Menurut Angkatan Laut AS, hal itu bukanlah tindakan provokatif dan tidak ada yang mengejutkan.
"Saya tidak melihat bagaimana hal ini dapat diartikan sebagai tindakan provokatif," kata Kepala Operasi Angkatan Laut AS, John Richardson kepada para wartawan di Tokyo, Jepang.
"Seharusnya hal ini bukan kejutan. Kepada siapa saja, kita akan melaksanakan kebebasan bernavigasi di manapun hukum internasional memungkinkan," tuturnya seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (15/10/2015).
Beberapa analis di Washington percaya, AS telah memutuskan akan melakukan operasi kebebasan bernavigasi di laut internasional dalam batas 12 mil laut, yang merupakan batas laut teritorial sebuah negara, di sekitar kepulauan Spratly.
Kepulauan Spartly adalah gugus kepulauan buatan yang dibangun oleh China di Laut China Selatan, yang diklaim secara sepihak sebagai miliknya. China telah mengklaim secara sepihak sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang bisa menghasilkan pemasukan hingga USD 5 triliun per tahun.
Klaim ini pun mendapat tentangan dari Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei serta AS. AS bahkan telah mengisyaratkan tidak mengakui kedaulatan Beijing atas kepulauan Spratly.
"Saya tidak melihat bagaimana hal ini dapat diartikan sebagai tindakan provokatif," kata Kepala Operasi Angkatan Laut AS, John Richardson kepada para wartawan di Tokyo, Jepang.
"Seharusnya hal ini bukan kejutan. Kepada siapa saja, kita akan melaksanakan kebebasan bernavigasi di manapun hukum internasional memungkinkan," tuturnya seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (15/10/2015).
Beberapa analis di Washington percaya, AS telah memutuskan akan melakukan operasi kebebasan bernavigasi di laut internasional dalam batas 12 mil laut, yang merupakan batas laut teritorial sebuah negara, di sekitar kepulauan Spratly.
Kepulauan Spartly adalah gugus kepulauan buatan yang dibangun oleh China di Laut China Selatan, yang diklaim secara sepihak sebagai miliknya. China telah mengklaim secara sepihak sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang bisa menghasilkan pemasukan hingga USD 5 triliun per tahun.
Klaim ini pun mendapat tentangan dari Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei serta AS. AS bahkan telah mengisyaratkan tidak mengakui kedaulatan Beijing atas kepulauan Spratly.
(ian)