Wanita Palestina Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Tepi Barat
Minggu, 11 Oktober 2015 - 16:51 WIB
Wanita Palestina Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri di Tepi Barat
A
A
A
YERUSALEM - Polisi Israel mengatakan, seorang wanita Palestina memicu sebuah ledakan kecil di dalam kendaraannya di Tepi Barat. Nahas, ledakan tersebut justru membuat dirinya terluka parah dan seorang polisi mengalami luka ringan.
Juru bicara polisi Israel, Micky Rosenfield mengatakan, polisi melihat seorang wanita Palestina yang mengendarai mobil dengan mecurigakan. Polisi kemudian memberi isyarat untuk berhenti. Ia kemudian meneriakkan "Allahu Akbar" dan meledakkan bahan peledak tersebut seperti dikutip dari laman Washington Post, Minggu (11/10/2015).
Serangan ini menandai untuk pertama kalinya penggunaan bahan peledak di tengah eskalasi kekerasan di wilayah Yerusalem, Jalur Gaza, dan Tepi Barat. Selama ini aksi kekerasan terbatas pada penusukan dan penembakan terhadap pelaku penusuk di Yerusalem, Tepi Barat dan tempat lain.
Dalam 12 hari pertumpahan darah, 4 warga Israel dan 22 warga Palestina, tewas di Yerusalem, Tepi Barat, Gaza, dan kota-kota di Israel. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa aksi kekerasan ini akan memacing munculnya gerakan intifada ketiga di Palestina.
Juru bicara polisi Israel, Micky Rosenfield mengatakan, polisi melihat seorang wanita Palestina yang mengendarai mobil dengan mecurigakan. Polisi kemudian memberi isyarat untuk berhenti. Ia kemudian meneriakkan "Allahu Akbar" dan meledakkan bahan peledak tersebut seperti dikutip dari laman Washington Post, Minggu (11/10/2015).
Serangan ini menandai untuk pertama kalinya penggunaan bahan peledak di tengah eskalasi kekerasan di wilayah Yerusalem, Jalur Gaza, dan Tepi Barat. Selama ini aksi kekerasan terbatas pada penusukan dan penembakan terhadap pelaku penusuk di Yerusalem, Tepi Barat dan tempat lain.
Dalam 12 hari pertumpahan darah, 4 warga Israel dan 22 warga Palestina, tewas di Yerusalem, Tepi Barat, Gaza, dan kota-kota di Israel. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa aksi kekerasan ini akan memacing munculnya gerakan intifada ketiga di Palestina.
(ian)