Via Telepon, Obama Ucapkan Turut Berduka pada Erdogan
Minggu, 11 Oktober 2015 - 13:40 WIB
Via Telepon, Obama Ucapkan Turut Berduka pada Erdogan
A
A
A
LOS ANGELES - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menyatakan belasungkawa atas insiden bom yang meledak di ibukota Turki, Ankara. Ungkapan itu disampaikan kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan lewat sambungan telepon.
"Presiden menyampaikan simpatinya yang terdalam secara pribadi untuk para korban tewas dan terluka dalam serangan keji tersebut dan menegaskan bahwa rakyat Amerika berdiri dalam solidaritas dengan orang-orang Turki dalam memerangi terorisme dan tantangan keamanan bersama di wilayah tersebut," bunyi pernyataan Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/10/2015).
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengutuk keras ledakan bom kembar di Ankara dan menyebutnya sebagai serangan teroris yang keji.
"Fakta bahwa serangan ini terjadi menjelang aksi protes yang direncanakan untuk perdamaian patut digarisbawahi keboborokan para pelaku dan berfungsi sebagai pengingat bagi yang lain untuk menghadapi tantangan keamanan bersama di wilayah tersebut.
"Amerika Serikat akan terus berdiri berdampingan dengan Pemerintah Turki dan mereka yang menjadi korban untuk bersama-sama merasakan penderitaan akibat terorisme. Tapi jauh dari pada itu, tindakan mengerikan seperti kekerasan ini hanya akan memperkuat tekad kita," demikian pernyataan Deplu AS seperti disalin dari ITV.
Dua bom kembar meledak di kawasan persimpangan jalan di dekat stasiun kereta api di Ankara, Turki. Hingga saat ini tercatat 95 orang tewas akibat ledakan tersebut dan sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
"Presiden menyampaikan simpatinya yang terdalam secara pribadi untuk para korban tewas dan terluka dalam serangan keji tersebut dan menegaskan bahwa rakyat Amerika berdiri dalam solidaritas dengan orang-orang Turki dalam memerangi terorisme dan tantangan keamanan bersama di wilayah tersebut," bunyi pernyataan Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/10/2015).
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengutuk keras ledakan bom kembar di Ankara dan menyebutnya sebagai serangan teroris yang keji.
"Fakta bahwa serangan ini terjadi menjelang aksi protes yang direncanakan untuk perdamaian patut digarisbawahi keboborokan para pelaku dan berfungsi sebagai pengingat bagi yang lain untuk menghadapi tantangan keamanan bersama di wilayah tersebut.
"Amerika Serikat akan terus berdiri berdampingan dengan Pemerintah Turki dan mereka yang menjadi korban untuk bersama-sama merasakan penderitaan akibat terorisme. Tapi jauh dari pada itu, tindakan mengerikan seperti kekerasan ini hanya akan memperkuat tekad kita," demikian pernyataan Deplu AS seperti disalin dari ITV.
Dua bom kembar meledak di kawasan persimpangan jalan di dekat stasiun kereta api di Ankara, Turki. Hingga saat ini tercatat 95 orang tewas akibat ledakan tersebut dan sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
(ian)