Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Turki Mencapai 95 Orang
Minggu, 11 Oktober 2015 - 12:41 WIB
Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Turki Mencapai 95 Orang
A
A
A
ANKARA - Jumlah korban tewas akibat bom bunuh diri yang terjadi di ibukota Turki, Ankara, terus bertambah. Perkembangan terakhir tercatat, 95 orang tewas akibat bom kembar tersebut.
Menurut kantor Perdana Menteri Turki, selain menewaskan 95 orang, bom tersebut juga menyebabkan 246 orang terluka dan harus menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, 48 orang diantaranya harus menjalani perawatan intensif, seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (11/10/2015).
Saksi mata mengatakan, dua ledakan terjadi hanya berselang beberapa detik sesaat setelah sekelompok orang berkumpul untuk melakukan aksi protes atas kematian ratusan orang sejak pecahnya konflik antara pasukan keamanan dan Partai Pekerja Kurdistan.
"Saya mendengar satu ledakan besar pertama dan mencoba untuk melindungi diri saya dari pecahan kaca jendela. Setelah itu ada ledakan kedua," ujar seorang saksi mata yang bekerja di sebuah stand koran yang ada di stasiun kereta api.
"Ada yang berteriak dan menangis dan saya berlindung di bawah koran untuk sementara waktu. Saya bisa mencium bau daging terbakar," tambahnya lagi.
Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Meski begitu, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu pelaku pemboman bisa berasal dari ancaman yang berasal dari luar negeri, merujuk pada ISIS, atau dari kelompok Kurdi dan militan kelompok kiri.
Menurut kantor Perdana Menteri Turki, selain menewaskan 95 orang, bom tersebut juga menyebabkan 246 orang terluka dan harus menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, 48 orang diantaranya harus menjalani perawatan intensif, seperti dikutip dari laman Reuters, Minggu (11/10/2015).
Saksi mata mengatakan, dua ledakan terjadi hanya berselang beberapa detik sesaat setelah sekelompok orang berkumpul untuk melakukan aksi protes atas kematian ratusan orang sejak pecahnya konflik antara pasukan keamanan dan Partai Pekerja Kurdistan.
"Saya mendengar satu ledakan besar pertama dan mencoba untuk melindungi diri saya dari pecahan kaca jendela. Setelah itu ada ledakan kedua," ujar seorang saksi mata yang bekerja di sebuah stand koran yang ada di stasiun kereta api.
"Ada yang berteriak dan menangis dan saya berlindung di bawah koran untuk sementara waktu. Saya bisa mencium bau daging terbakar," tambahnya lagi.
Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Meski begitu, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu pelaku pemboman bisa berasal dari ancaman yang berasal dari luar negeri, merujuk pada ISIS, atau dari kelompok Kurdi dan militan kelompok kiri.
(ian)