Bellingcat Tuduh Video Jet Rusia Bombardir ISIS Palsu
Kamis, 08 Oktober 2015 - 17:17 WIB
Bellingcat Tuduh Video Jet Rusia Bombardir ISIS Palsu
A
A
A
LONDON - Kelompok investigasi online yang berbasis di Inggris, Bellingcat, menuduh video serangan pesawat-pesawat jet tempur Rusia terhadap basis-basis ISIS di Suriah, palsu. Tapi ahli gambar forensik membenarkan keaslian video serangan militer Kremlin itu.
Menurut Bellingcat, Kementerian Pertahanan Rusia memalsukan video serangan udara terhadap basis kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Menurut mereka, dari “tag geolocation” menunjukkan video serangan yang sebenarnya diambil di wilayah yang jaraknya ratusan kilometer, yang tidak ada kelompok ISIS di lokasi tersebut.
Bellingcat mengklaim bahwa lokasi yang dibom pesawat-pesawat jet tempur Rusia pada tanggal 3 Oktober 2015 bukanlah basis ISIS, melainkan Kota Al-Latamneh yang jaraknya lebih dari 150 kilometer yang tidak ada kelompok teroris di dalamnya.
Kelompok ini juga mengatakan bahwa kelompok-kelompok lokal di Suriah memiliki video rekaman sendiri yang membuktikan lokasi-lokasi yang dibombardir Rusia.
Bellingcat bukan sekali ini mempertanyakan data resmi Rusia. Dalam tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina timur pada 17 Juli 2014, di mana 283 penumpang dan 15 awak tewas, Bellingcat juga meragukan data fotografi Rusia yang menunjukkan ada pesawat militer yang mendekati pesawat MH17 sebelum pesawat Malaysia itu jatuh.
Namun tuduhan Bellingcat bahwa video serangan Rusia terhadap ISIS di Suriah palsu dimentahkan ahli gambar forensik terkemuka, Jens Kriese, kepada Der Spiegel, Kamis (8/10/2015).
”Dari perspektif forensik, pendekatan Bellingcat tidak terlalu kuat. Inti dari apa yang mereka lakukan didasarkan pada apa yang disebut Kesalahan Tingkat Analisis (ELA). Metode ini subjektif dan tidak sepenuhnya berdasarkan pada ilmu pengetahuan,” katanya.
”Apa yang Bellingcat lakukan adalah tidak lebih dari sekadar membaca ‘daun teh’. Kesalahan Tingkat Analisis adalah metode yang digunakan oleh penggemar (teori konspirasi),” kata Kriese, yang juga dikenal sebagai analis citra satelit profesional dan mantan peneliti ilmiah.
Menurut Bellingcat, Kementerian Pertahanan Rusia memalsukan video serangan udara terhadap basis kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah. Menurut mereka, dari “tag geolocation” menunjukkan video serangan yang sebenarnya diambil di wilayah yang jaraknya ratusan kilometer, yang tidak ada kelompok ISIS di lokasi tersebut.
Bellingcat mengklaim bahwa lokasi yang dibom pesawat-pesawat jet tempur Rusia pada tanggal 3 Oktober 2015 bukanlah basis ISIS, melainkan Kota Al-Latamneh yang jaraknya lebih dari 150 kilometer yang tidak ada kelompok teroris di dalamnya.
Kelompok ini juga mengatakan bahwa kelompok-kelompok lokal di Suriah memiliki video rekaman sendiri yang membuktikan lokasi-lokasi yang dibombardir Rusia.
Bellingcat bukan sekali ini mempertanyakan data resmi Rusia. Dalam tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina timur pada 17 Juli 2014, di mana 283 penumpang dan 15 awak tewas, Bellingcat juga meragukan data fotografi Rusia yang menunjukkan ada pesawat militer yang mendekati pesawat MH17 sebelum pesawat Malaysia itu jatuh.
Namun tuduhan Bellingcat bahwa video serangan Rusia terhadap ISIS di Suriah palsu dimentahkan ahli gambar forensik terkemuka, Jens Kriese, kepada Der Spiegel, Kamis (8/10/2015).
”Dari perspektif forensik, pendekatan Bellingcat tidak terlalu kuat. Inti dari apa yang mereka lakukan didasarkan pada apa yang disebut Kesalahan Tingkat Analisis (ELA). Metode ini subjektif dan tidak sepenuhnya berdasarkan pada ilmu pengetahuan,” katanya.
”Apa yang Bellingcat lakukan adalah tidak lebih dari sekadar membaca ‘daun teh’. Kesalahan Tingkat Analisis adalah metode yang digunakan oleh penggemar (teori konspirasi),” kata Kriese, yang juga dikenal sebagai analis citra satelit profesional dan mantan peneliti ilmiah.
(mas)