Temui Tokoh Israel, Ini Harapan Pangeran Saudi ke Netanyahu

Kamis, 01 Oktober 2015 - 12:11 WIB
Temui Tokoh Israel,...
Temui Tokoh Israel, Ini Harapan Pangeran Saudi ke Netanyahu
A A A
NEW YORK - Pangeran Arab Saudi, Turki al-Faisal bin Saud, melakukan wawancara langka dengan media Israel, Haaretz, di sela-sela pertemuannya dengan tokoh Israel di New York. Pangeran Turki berharap Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, bersedia negosiasi untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

Menurutnya, era saat ini kondisinya terbalik. Dulu, dunia Arab yang menolak bernegosiasi dengan Israel, tapi kini sebaliknya.

“Jika Benjamin Netanyahu lebih dari seorang pemimpin (bervisi) jauh ke depan, ia akan mematahkan kebuntuan dan bernegosiasi atas dasar Inisiatif Perdamaian Arab,” kata Turki, yang dilansir Kamis (1/10/2015).

Putra dari Raja Faisal itu pada hari Rabu di New York melakukan pertemuan dengan Yair Lapid, pemimpin Partai Atid Yesh, sebuah partai di Israel. Dalam pertemuan itu, harapan seseorang di Israel tidak bisa bergantung pada sosok Netanyahu semata.

Semestinya, kata dia, orang-orang Israel harus memilih pemimpin lain yang lebih bersedia untuk terlibat dalam negosiasi damai.

”Ini masalah kemauan politik," kata Pangeran Turki. "Dulu orang-orang Arab yang mengatakan tidak ada (negosiasi dengan Israel). Sayangnya, sekarang Israel yang mengatakan tidak,” imbuh dia.

Pangeran Saudi ini juga mengkritik Amerika Serikat yang belum berhasil menjadi negosiator Israel dan dunia Arab. ”Sudah jelas bahwa Amerika Serikat tidak akan mendorong Israel, tapi ada orang lain yang bisa. Presiden Obama adalah harapan ketika pemerintahannya memulai itu, tapi kemudian dia mundur. Itu sangat mengecewakan,” katanya.

Pangeran Turki adalah putra kedelapan dari Raja Faisal, yang memerintah Arab Saudi dari tahun 1964 sampai dia dibuh sepupunya pada tahun 1975. Turki sempat menjabat sebagai Menteri Intelijen Saudi selama hampir seperempat abad, dari tahun 1977 sampai 2001.Ia kemudian ditugaskan ke London sebagai Duta Besar Saudi dan sempat jadi Duta Besar Saudi untuk Washington. Saat ini, dia mengepalai Pusat Studi dan Penelitian Islam Raja Faisal di Riyadh.
(mas)
Berita Terkait
Jelang Serangan Israel...
Jelang Serangan Israel ke Iran, AS Jual Senjata Baru ke Saudi dan UEA Senilai Rp35 Triliun
Dubes AS Ini Setuju...
Dubes AS Ini Setuju jika Israel Mencaplok Arab Saudi dan Mesir, Ini 3 Alasannya
Arab Saudi: Israel Merampok...
Arab Saudi: Israel Merampok Hak-hak Paling Dasar Rakyat Palestina!
Pertama Kalinya, Penerbangan...
Pertama Kalinya, Penerbangan ke Israel Lewat Langit Arab Saudi
Bolehkah Orang Israel...
Bolehkah Orang Israel Berkunjung ke Arab Saudi?
Pangeran Arab Saudi...
Pangeran Arab Saudi Serukan Negara Barat Jatuhkan Sanksi kepada Israel
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
1 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
2 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
3 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
4 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
6 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved