Taliban: Tak Ada Perdamaian Hingga Tentara Asing Pergi
Selasa, 22 September 2015 - 22:53 WIB
Taliban: Tak Ada Perdamaian Hingga Tentara Asing Pergi
A
A
A
KABUL - Pemimpin baru kelompok Taliban meminta kepada pemerintah Afghanistan untuk membatalkan perjanjian keamanan dengan Amerika Serikat (AS) dan mengusir semua pasukan asing pergi jika ingin perdamaian tercipta di Afghanistan.
"Jika pemerintah Kabul ingin mengakhiri perang ini dan membangun perdamaian di negara itu, itu bisa menjadi kenyataan dengan mengakhiri pendudukan dan mencabut semua perjanjian militer dan keamanan dengan penjajah," kata Mansour dalam pernyataan yang diposting di website Taliban seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Selasa (22/9/2015).
Ini adalah pernyataan pertama Mullah Mansour sejak ditunjuk menjadi suksesor Mulla Omar sekaligus pesan Hari Raya Idul Adha. Omar sendiri sejatinya sedang dihadapi dengan permasalah perpecahan di dalam tubuh Taliban. Sejumlah faksi di kelompok militan itu menolak mengakui dirinya sebagai pemimpin kelompok Taliban.
Kelompok Taliban telah terlibat bentrokan bersenjata dengan pemerintah Afghanistan selama 14 dan belum terlihat tanda-tanda akan menyerah. Bahkan, tawaran perdamaian yang digagas oleh pemerintahan Presiden Ashraf Ghani berakhir dengan kegagalan.
"Jika pemerintah Kabul ingin mengakhiri perang ini dan membangun perdamaian di negara itu, itu bisa menjadi kenyataan dengan mengakhiri pendudukan dan mencabut semua perjanjian militer dan keamanan dengan penjajah," kata Mansour dalam pernyataan yang diposting di website Taliban seperti dikutip dari laman Al Arabiya, Selasa (22/9/2015).
Ini adalah pernyataan pertama Mullah Mansour sejak ditunjuk menjadi suksesor Mulla Omar sekaligus pesan Hari Raya Idul Adha. Omar sendiri sejatinya sedang dihadapi dengan permasalah perpecahan di dalam tubuh Taliban. Sejumlah faksi di kelompok militan itu menolak mengakui dirinya sebagai pemimpin kelompok Taliban.
Kelompok Taliban telah terlibat bentrokan bersenjata dengan pemerintah Afghanistan selama 14 dan belum terlihat tanda-tanda akan menyerah. Bahkan, tawaran perdamaian yang digagas oleh pemerintahan Presiden Ashraf Ghani berakhir dengan kegagalan.
(esn)