FBI Ikut Selidiki Skandal Korupsi PM Malaysia

Minggu, 20 September 2015 - 12:19 WIB
FBI Ikut Selidiki Skandal...
FBI Ikut Selidiki Skandal Korupsi PM Malaysia
A A A
NEW YORK - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS), atau yang dikenal dengan nama FBI dikabarkan turut melakukan penyelidikan atas skandal pencucian uang di lembaga keuangan negara Malaysia, 1MDB. FBI disebut secara resmi mulai melakukan penyelidikan ini sejak kemarin.

Melansir Wall Street Journal pada Minggu (20/9/2015), yang mengutip sumber dekat FBI, ruang lingkup penyelidikan badan investigasi AS itu adalah beberapa surat utang yang mencurigakan, atau tidak jelas.
Namun, sejauh ini belum ada pernyataan resmi baik dari pihak FBI, 1MDB, atau dari pemerintah Malaysia mengenai proses penyelidikan tersebut.

Kabar mengenai penyelidikan yang dilakukan FBI sendiri muncul beberapa saat setelah mantan anggota senior partai berkuasa Malaysia yang kini jadi kritikus Perdana Menteri (PM) Najib Razak, Khairuddin Abu Hassan dicegah untuk pergi ke AS. Khairudin diketahui akan pergi ke AS akan melaporkan skandal dugaan korupsi di 1MDB.

Sementara itu, sebelum FBI beberapa lembaga dunia juga sudah mulai melakukan investigas mengenai skandal korupsi yang dilakukan oleh Najib tersebut. Salah satunya adalah Bank Swiss. Sebagai bentuk awal penyelidikan, mereka langsung membekukan semua aset 1MDB yang disimpan di tempat mereka.

Otoritas Hong Kong juga mengatakan, mereka juga sedang melakukan penyelidikan mengenai lembaga tersebut, dimana sejumlah uang dari lembaga itu juga masuk ke beberapa tempat di Hong Kong.

1MBD sendiri sorotan publik Malaysia dan Asosiasi Anti-Korupsi Dunia setelah dililit utang. Namun, dalam waktu yang bersamaan, Wall Street Journal (WSJ) merilis laporan bahwa lembaga tersebut mengalirkan dana ke rekening pribadi Najib sebesar USD700 juta atau sekitar lebih dari Rp9 triliun.

Pihak Najib telah membantah dana itu berasal dari 1MDB. Dana itu diklaim berasal dari donatur di Timur Tengah. Tapi, anehnya baik Najib maupun Pemerintah Malaysia tidak pernah mengungkap siapa sosok donatur misterius yang mengalirkan dana sebesar itu ke PM Najib.
(esn)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
4 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
6 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
8 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved