Warga Israel Tewas, Netayahu Gelar Rapat Darurat
Selasa, 15 September 2015 - 19:07 WIB
Warga Israel Tewas, Netayahu Gelar Rapat Darurat
A
A
A
YERUSALEM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netayahu, mengadakan rapat darurat dengan sejumlah menterinya. Rapat darurat ini dilakukan setelah seorang warga Israel tewas akibat serangan yang dilakukan oleh warga Palestina dan aksi kekerasan yang terjadi selama dua hari di Masjid Al-Aqsa.
"Perdana Menteri memandang kondisi yang terjadi semakin parah, dimana aksi pelemparan batu dan bom molotov kini ditujukan langsung kepada warga Israel. Ia bermaksud untuk melawan aksi tersebut dengan segala cara, termasuk meningkatkan hukuman dan penegakan hukum," ujar seorang pejabat yang tidak mau menyebutkan identitasnya, seperti dikutip dari laman Fox News, Selasa (15/9/2015).
Sebelumnya, seorang warga negera Israel Alexander Levlovitz (64) meninggal dan dua orang lainnya terluka setelah seorang penyerang menyerang mobil yang mereka tumpangi dengan batu di Yerusalem.
Juru bicara kepolisian mengatakan, para warga Israel itu diserang saat dalam perjalanan pulang pasca merayakan Tahun Baru Israel. Identitas pelaku tidak diketahui, namun pihak kepolisian meyakini jika pelaku kemungkinan besar adalah warga Palestina. Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan.
"Perdana Menteri memandang kondisi yang terjadi semakin parah, dimana aksi pelemparan batu dan bom molotov kini ditujukan langsung kepada warga Israel. Ia bermaksud untuk melawan aksi tersebut dengan segala cara, termasuk meningkatkan hukuman dan penegakan hukum," ujar seorang pejabat yang tidak mau menyebutkan identitasnya, seperti dikutip dari laman Fox News, Selasa (15/9/2015).
Sebelumnya, seorang warga negera Israel Alexander Levlovitz (64) meninggal dan dua orang lainnya terluka setelah seorang penyerang menyerang mobil yang mereka tumpangi dengan batu di Yerusalem.
Juru bicara kepolisian mengatakan, para warga Israel itu diserang saat dalam perjalanan pulang pasca merayakan Tahun Baru Israel. Identitas pelaku tidak diketahui, namun pihak kepolisian meyakini jika pelaku kemungkinan besar adalah warga Palestina. Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan.
(esn)