Iran Hapus Coretan 'Matilah Amerika' di Tembok Eks Kedubes AS

Rabu, 02 September 2015 - 11:58 WIB
Iran Hapus Coretan Matilah...
Iran Hapus Coretan 'Matilah Amerika' di Tembok Eks Kedubes AS
A A A
TEHERAN - Media Pemerintah Iran telah melaporkan bahwa, coretan “Matilah Amerika 2015” di dinding bekas Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Teheran telah dihapus. Penghapusan coretan itu menyusul kesepakatan nuklir Iran dan enam negara kekuatan dunia pada Juli 2015 lalu.


Jerusalem Post, media yang berbasis di Israel, pada Rabu (2/9/2015), menyebut penghapusan coretan "Matilah Amerika" itu sebagai "era baru." Mayoritas rakyat Iran mendukung kesepakatan nuklir Teheran yang berlangsung di Wina. Namun, kesepakatan nuklir itu tidak lantas memulihkan hubungan diplomatik antara Iran dan AS yang terputus selama puluhan tahun.

Iran dan AS secara resmi mengakhiri hubungan diplomatik mereka pada bulan April 1980 atau hanya lima bulan setelah para pendukung revolusi Islam menyerang Kedubes AS dan menyandera beberapa warga AS.

Meski Iran belum bisa berdamai secara mutlak dengan AS, namun negeri para Mullah itu mulai menjajaki perdamaian dengan beberapa negara Eropa. Salah satu negara Eropa yang telah memulihkan hubungan diplomatik dengan Iran adalah Inggris.

Pada pekan terakhir Agustus lalu, misi diplomatik Inggris di Teheran resmi dihidupkan lagi. Tapi, ada pemandangan ganjil, di mana coretan “Matilah Inggris” belum dihapus dari dinding di atas foto Ratu Elizabeth II di kantor Kedubes Inggris di Teheran.

”Kami sedang menjajaki cara kami ke depan,” ujar Menteri Luar Negeri Inggris. Philip Hammond kepada The Guardian. ”Yang penting adalah untuk membedakan antara kesepakatan guna melakukan dialog yang beradab dan kesepakatan untuk setuju pada segala sesuatu,” lanjut Hammond.

Namun, untuk pemulihan hubungan Iran dan AS, Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, mengaku belum bisa dipulihkan seperti yang terjadi antara Inggris dan Iran.

Menurutnya, sikap tidak logis AS terhadap Iran membuat pemulihan hubungan diplomatik kedua negara belum bisa terealisasi. “Tampaknya perlu ada perubahan semacam sikap dan perilaku pada sebagian dari (pejabat) Amerika Serikat,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
29 menit yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
1 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
4 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
5 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
6 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved