Filmkan Haji di Makkah, Muslim Gay India Diancam Dibunuh

Selasa, 01 September 2015 - 14:04 WIB
Filmkan Haji di Makkah,...
Filmkan Haji di Makkah, Muslim Gay India Diancam Dibunuh
A A A
NEW YORK - Sebuah film dokumenter yang dibuat seorang Muslim gay tentang ritual ibadah hajinya di Makkah akan dirilis di sebuah bioskop di New York Jumat nanti. Muslim gay kelahiran India bernama Parvez Sharma itu kini diancam akan dibunuh.

Film itu dibuat empat tahun silam, yakni pada 2011, dengan kamera tersembunyi, ketika dia menjalakan ritual ibadah haji. Film itu berjudul “A Sinner in Mecca”.

Menurutnya, film itu dibuat secara segaja empat bulan setelah pendiri al-Qaeda, Osama bin Laden, tewas. ”Saya merasa bahwa itu akan menjadi waktu yang paling menarik untuk pergi dengan semua yang mencampur aduk tentang yang terjadi di dunia Muslim,” kata Sharma kepada AFP.

Tapi, membuat film dokumenter itu tidak mudah. Meskipun Sharma berhasil merekam ritualnya dengan ponsel dan dua kamera kecil tanpa izin dari pihak berwenang Saudi, iPhone-nya disita oleh ”polisi syariah” dan rekaman awal yang dia buat dihapus.

”Orang-orang berjalan-jalan dengan tongkat dan memukul Anda jika Anda melakukan sesuatu yang mereka anggap tidak Islami, dan saya berada di ujung yang salah dari tongkat itu beberapa kali,” akunya, yang dilansir Selasa (1/9/2015).

Selain ritual di Ka’bah, Sharma juga mendokumentasikan rasa ketidaknyamanannya berdiri di bus sepanjang malam untuk pergi ke Gunung Arafat. ”Tidak ada yang baik tentang proses ini,” ucapnya dalam film dokumenter itu.

Dalam film dokumenter itu, dia terang-terangan mengatakan bahwa itu sebagai ritual haji seorang Muslim gay. Menurutnya, kegiatan itu sebagai perjalanan untuk mendamaikan iman dan seksualitasnya. Film dokumenter itu juga memuat pernikahannya dengan pria di New York, Amerika Serikat.

”Ibu saya tidak pernah memaafkan saya lantaran menjadi gay,” kata Sharma di film tersebut. ”Saya sekarang dihadapkan dengan krisis iman. Saya harus membuktikan bahwa saya bisa menjadi seorang Muslim yang baik sekaligus jadi gay.”

Trailer film itu juga telah muncul di YouTube dan telah ditonton sekitar 100 ribu orang. Dia mengaku film itu direspons negatif oleh kalangan dunia Islam. Sejak mengaku membuat film itu, Sharma mendapat banyak ancaman pembunuhan secara online. Ancaman–ancaman itu muncul dari pengguna internet dengan server di Paksitan dan Arab Saudi. Dia juga menerima sejumlah surat berisi kebencian.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
34 menit yang lalu
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
1 jam yang lalu
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
2 jam yang lalu
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
2 jam yang lalu
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
3 jam yang lalu
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved