Israel Keluarkan Travel Warning ke Eropa

Selasa, 25 Agustus 2015 - 23:05 WIB
Israel Keluarkan Travel...
Israel Keluarkan Travel Warning ke Eropa
A A A
YERUSALEM - Badan Anti Terorisme Israel meminta kepada warganya untuk tidak mengunjungi 41 negara di Eropa, termasuk untuk negara-negara yang Eropa yang ada di wilayah barat maupun di utara.

Negara-negara tersebut bergabung dengan negara-negara "tradisional" yang kerap masuk ke dalam daftar travel warning macam Mesir, beberapa negara Afrika, dan negara-negera Timur Jauh, serta Denmark, Finladia, dan negara-negara lain yang menjadikan orang Yahudi dan Israel sebagai sasaran penyerangan.

Travel warning ini dikeluarkan bertepatan dengan musim liburan mendatang, ketika warga Israel banyak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk merayakan Rosh Hashana atau tahun baru Yahudi dan Sukkot. Rosh Hashana jatuh dimulai pada 13 September dan Sukkot berakhir pada 5 Oktober.

Sejumlah negara masuk dalam daftar travel warning yang dikeluarkan oleh Israel. Negara-negara itu adalah Belgia, Kanada, Australia, Prancis, Denmark, dan beberapa lokasi di Eropa. Warga Israel diminta berhati-hati saat melakukan perjalanan ke negara tersebut dan bersikap low-profile.

"Israel dan Yahudi bisa menjadi target serangan teror terutama selama dalam periode itu," bunyi pernyataan travel warning tersebut seperti dikutip dari laman Israel National News, Selasa (25/8/2015). Badan anti terorisme itu pun meminta kepada warga Israel dan Yahudi untuk selalu waspada.

Badan anti terorisme Israel mengatakan, untuk sementara ini tidak memberikan detail peringatan tersebut, namun warga Israel yang berada di luar negeri harus bersikap hati-hati di Eropa, berdasarkan informasi intelijen yang mereka dapatkan.

"Warga Israel bisa menjadi sasaran penculikan, pemboman, dan penyanderaan. Warga Israel jika bisa menghindari perjalanan yang tidak perlu sama sekali terutama ke negara-negara yang masuk dalam daftar peringatan," demikian bunyi pernyataan itu.

Sejumlah kelompok yang masuk dalam daftar kelompok teroris Israel diyakini akan menjadikan warga mereka sebagai sasaran. Kelompok-kelompok itu kelompok jihadis, Hamas dan Hizbullah, dan ISIS beserta jaringannya.

"Selain itu ancaman teror dari kelompok Syiah (dipimpin oleh Iran) terhadap Israel seperti sebelumnya, dan kami mereka telah menambahkan infrastruktur mereka. Ini adalah musuh yang akan terus kita hadapi. Kami akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk melindungi warga Israel," pungkasnya.
(esn)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
50 menit yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
1 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
2 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
3 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
4 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved