Tinggalkan Apartemen, Mahasiswi Cantik Jerman Hidup di Kereta
Senin, 24 Agustus 2015 - 17:57 WIB
Tinggalkan Apartemen, Mahasiswi Cantik Jerman Hidup di Kereta
A
A
A
BERLIN - Seorang mahasiswi berparas cantik di Jerman tidak kuat membayar sewa apartemen dan memilih hidup di kereta api.
Saban hari, mahasiswi bernama Leonie Müller, 23, itu mandi dan keramas di kamar mandi kereta api. Dia sering bepergian hingga larut malam.
”Semuanya dimulai dengan sengketa saya dengan pemilik (apartemen),” katanya kepada Washington Post, dalam sebuah wawancara pekan ini melalui email. ”Saya langsung memutuskan, bahwa saya tidak ingin tinggal di sana lagi. Kemudian saya menyadari: sebenarnya, saya tidak ingin hidup di mana saja.”
Mahasiswi itu selalu membawa tas ransel kecil, Isinya, pakaian, komputer tablet, dokumen perguruan tinggi dan tas sanitasi.
Dia begitu menikmati pengalaman hidup bebas dan selalu berhadapan dengan orang-orang baru.”Saya benar-benar merasa ada di rumah saat di kereta api ini, dan dapat mengunjungi lebih banyak teman dan kota. Ini seperti sedang berlibur sepanjang waktu,” ujarnya.
Alasan utama dia memilih tinggal di kereta api, karena biaya hidup lebih murah ketimbang tinggal di apartemen.
”Saya ingin menginspirasi orang untuk mempertanyakan kebiasaan mereka dan hal-hal yang mereka anggap sebagai normal,” ujar Müller. ”Selalu ada lebih banyak kesempatan dari setiap yang dipikirkan. Petualangan berikutnya adalah menunggu hanya sekitar sudut, asalkan Anda menginginkannya,” imbuh dia.
Meski tinggal di kereta api, Müller tetap memiliki kekasih dan tetap berkomunikasi dengan ibu dan neneknya. Dia juga mendokumentasikan pengalaman yang tidak biasanya itu di blog.
Saban hari, mahasiswi bernama Leonie Müller, 23, itu mandi dan keramas di kamar mandi kereta api. Dia sering bepergian hingga larut malam.
”Semuanya dimulai dengan sengketa saya dengan pemilik (apartemen),” katanya kepada Washington Post, dalam sebuah wawancara pekan ini melalui email. ”Saya langsung memutuskan, bahwa saya tidak ingin tinggal di sana lagi. Kemudian saya menyadari: sebenarnya, saya tidak ingin hidup di mana saja.”
Mahasiswi itu selalu membawa tas ransel kecil, Isinya, pakaian, komputer tablet, dokumen perguruan tinggi dan tas sanitasi.
Dia begitu menikmati pengalaman hidup bebas dan selalu berhadapan dengan orang-orang baru.”Saya benar-benar merasa ada di rumah saat di kereta api ini, dan dapat mengunjungi lebih banyak teman dan kota. Ini seperti sedang berlibur sepanjang waktu,” ujarnya.
Alasan utama dia memilih tinggal di kereta api, karena biaya hidup lebih murah ketimbang tinggal di apartemen.
”Saya ingin menginspirasi orang untuk mempertanyakan kebiasaan mereka dan hal-hal yang mereka anggap sebagai normal,” ujar Müller. ”Selalu ada lebih banyak kesempatan dari setiap yang dipikirkan. Petualangan berikutnya adalah menunggu hanya sekitar sudut, asalkan Anda menginginkannya,” imbuh dia.
Meski tinggal di kereta api, Müller tetap memiliki kekasih dan tetap berkomunikasi dengan ibu dan neneknya. Dia juga mendokumentasikan pengalaman yang tidak biasanya itu di blog.
(mas)