Bela Palestina, 1.000 Warga Kulit Hitam AS Boikot Israel

Kamis, 20 Agustus 2015 - 13:37 WIB
Bela Palestina, 1.000...
Bela Palestina, 1.000 Warga Kulit Hitam AS Boikot Israel
A A A
WASHINGTON - Atas nama solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina, lebih dari 1.000 warga dan aktivis kulit hitam di Amerika Serikat (AS) sepakat memboikot Israel dan produk-produknya.

Para warga kulit hitam keturunan Afrika-Amerika telah menandatangani surat penegasan untuk melakukan gerakan boikot, divestasi dan sanksi atau BDS pada Israel. Mereka mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk membebaskan tanahnya dari pendudukan Israel.

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam gerakan BDS itu antara lain, ilmuwan Cornel West, aktivis Angela Davis, dan co-founder Black Lives Matter, Patrisse Cullors. Mereka yang selama ini merasa jadi korban diskriminasi polisi AS, menuding polisi AS dan Israel berkomplot.

Para aktivis itu bertekad menjalin koneksi antara Palestina dan masyarakat kulit hitam. ”Israel menggunakan penahanan dan pemenjaraan secara luas terhadap warga Palestina, (seperti) membangkitkan penahanan massal orang kulit hitam di AS, termasuk penjara politik revolusioner kita sendiri,” bunyi surat para aktivis.

“Tentara, polisi, dan pengadilan membenarkan kekuatan mematikan terhadap kami dan anak-anak kami yang tidak menimbulkan ancaman,” lanjut surat itu mengacu pada tindakan diskriminasi warga kulit hitam di AS.

Mereka menentang kebijakan kriminalisasi warga kulit hitam di AS dan kriminalisasi warga Palestina oleh Israel dengan tuduhan terlibat terorisme yang tidak sah.

”Narasi ini mengabaikan beberapa dekade dan abad kekerasan anti-Palestina dan anti-kulit hitam yang selalu menjadi inti dari Israel dan Amerika Serikat,” imbuh surat tersebut, seperti dikutip Russia Today, Kamis (20/8/2015).

Mereka sepakat memboikot produk dan lembaga Israel dan mendorong penjatuhan sanksi terhadap Israel. Perusahan terkait Israel yang diserukan para aktivis untuk diboikot produknya itu antara lain Motorola Solutions, Hewlett-Packard dan Caterpillar. Sejumlah perusahaan itu dianggap berkontribusi terhadap Israel untuk melakukan pendudukan terhadap tanah Palestina.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Paul Findley: Amerika...
Paul Findley: Amerika Serikat adalah Dermawan Israel
Menurut Presiden Iran,...
Menurut Presiden Iran, Amerika Serikat Bersalah dalam Serangan Israel di Gaza
Berita Terkini
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
41 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
3 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved