Petinggi Iran Salahkan AS Jika Perang Dunia III Pecah

Kamis, 06 Agustus 2015 - 14:23 WIB
Petinggi Iran Salahkan...
Petinggi Iran Salahkan AS Jika Perang Dunia III Pecah
A A A
TEHERAN - Seorang pejabat senior atau petinggi Iran, Akbar Hashemi Rafsanjani, memperingatkan potensi pecahnya Perang Dunia III yang dipicu oleh ulah para teroris. Dia menyalahkan Amerika Serikat (AS) dan NATO jika Perang Dunia III benar-benar pecah.

Alasannya, para teroris seperti ISIS, al-Qaeda, Boko Haram dan al-Nusra dan lain-lain muncul karena kebijakan militer AS dan NATO di Afghanistan, Pakistan dan Timur Tengah. Rafjasani adalah Ketua Dewan Penentu Kebijakan Iran.

Rafjasani, seperti dikutip kantor berita Fars, Perang Dunia III berpotenasi pecah dalam waktu dekat. ”Ancaman pecahnya perang dunia ketiga oleh teroris serius,” ujarnya saat melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Italia, Paolo Gentiloni, yang berkunjung ke Teheran.

Menurutnya, AS dan NATO mengembangkan sebuah kondisi yang akan menyebabkan Perang Dunia III. ”AS dan NATO telah menyerang Afghanistan untuk mencabut terorisme dan narkotika, tapi kami melihat bahwa terorisme diperluas dalam bentuk ISIS, Boko Haram dan Al-Nusra ke bagian terpencil di dunia, setelah Al-Qaeda dan Taliban di Pakistan dan Afghanistan,” ujarnya yang dilansir The Washington Free Beacon, Kamis (6/8/2015).

Dia menuntut bahwa AS negara-negara Barat lainnya untuk menghentikan dukungan mereka terhadap kelompok teroris di wilayah Timur Tengah dan Afrika.

Selama ini, Iran dan AS berada di sisi yang berlawanan terkait perang etnis di wilayah Timur Tengah dan Afrika, seperti perang di Suriah dan Yaman. Namun, AS dan Iran sama-sama membantu sekutu mereka untuk sama-sama memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sementara itu, Menlu Italia, Paolo Gentiloni menyambut komentar Rafsanjani. ”Dalam pertemuan saya dengan para pejabat Iran dan Italia, saya akan menyebutkan hal ini dan saya berharap bahwa proposal Anda akan menjadi titik awal dalam menimbulkan kekalahan pada pihak teroris,” ujarnya.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, juga telah memperingatkan ancaman terorisme sebagai ancaman serius. ”Terorisme dan ketidakamanan merupakan penyakit epidemi yang bukan milik sebuah wilayah secara khusus, dan upaya yang harus dilakukan dalam menghadapi ekstremisme dan kekerasan dengan tidak harus memungkinkan setiap orang yang tidak bersalah, terlepas dari kebangsaan dan agamanya dan menjadi korban dari kelompok teroris,” ujar Rouhani dalam pertemuan itu.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
24 menit yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
1 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
3 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
4 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved