Skandal PM Najib, Polisi Tangkapi Pejabat KPK Malaysia

Kamis, 06 Agustus 2015 - 12:35 WIB
Skandal PM Najib, Polisi...
Skandal PM Najib, Polisi Tangkapi Pejabat KPK Malaysia
A A A
KUALA LUMPUR - Polisi Malaysia bertindak secara sewenang-wenang dengan menggerebek dan menangkapi para pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di negara itu. Para pejabat Komisi Anti-Rasuah itu ditangkap polisi diduga terkait bocornya informasi soal skandal rekening gendut Perdana Menteri (PM) Najib Razak.

Tindakan keras polisi Malaysia terhadap para pejabat Malaysian Anti-Corruption Commission (MACC) atau dikenal dengan nama Makabe dikritik Paul Low, menteri di kabinet PM Najib. Paul Low yang bertanggung jawab atas tata kelola dan integritas lembaga tinggi di negara itu, mengatakan bahwa tindakan polisi akan berdampak negatif pada negara, baik secara lokal maupun internasional.

”Polisi menunjukkan kesewenang-wenangan dalam menangani masalah ini,” kritik Paul. “Adalah penting bahwa lembaga ini (Makabe) melakukan apa yang harus mereka lakukan, karena orang-orang mengharapkan penyelidikan akan rampung pada kesimpulan yang memuaskan,” lanjut Paul mengacu pada penyelidikan asal usul uang dalam jumlah besar yang mengalir ke rekening pribadi PM Najib.

”Kedua, bahkan masyarakat internasional mengawasi kita untuk melihat bagaimana kasus-kasus seperti ini sedang ditangani, dan apakah ia (Makabe) mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan mandat yang diberikan kepada mereka,” lanjut dia, dalam sebuah acara di Kuala Lumpur hari ini (6/8/2015), seperti dikutip The Malaysian Insider.

Ada tujuh pejabat KPK Malaysia yang dijemput polisi untuk diperiksa sejak akhir pekan lalu. Tindakan polisi itu terjadi ketika mereka fokus pada kebocoran informasi bocor soal skandal dugaan korupsi di lembaga keuangan negara atau 1MDB.

Tindakan polisi Malaysia itu sebagai tindak lanjut atas pemberitaan Wall Street Journal (WSJ) bulan lalu. Media yang berbasis di Amerika Serikat itu, dalam laporannya mengutip dokumen dari penyelidik Malaysia yang menunjukkan bahwa ada uang senilai RM2,6 miliar (Ringgit Malaysia) atau sekitar Rp9 triliun mengalir ke rekening pribadi PM Najib Razak. (Baca juga: KPK-nya Malaysia Sebut Duit Rp9 T PM Najib dari Donor)

Najib membantah sudah mengambil dana 1MDB untuk digunakan secara pribadi. Tetapi, dia tidak pernah secara langsung membahas soal transfer dana dalam jumlah besar ke rekening pribadinya.

Pada hari Senin lalu, MACC membenarkan adanya aliran dana dalam jumlah besar ke rekning PM Najib. Tapi, MACC menegaskan sumber dana itu bukan dari 1MDB, tapi berasal dari seorang donor dari Timur Tengah. Sayangnya, MACC tidak mengidentifikasi donor misterius itu.
(mas)
Berita Terkait
8 Budaya Indonesia Pernah...
8 Budaya Indonesia Pernah Diklaim Malaysia, dari Batik hingga Wayang Kulit
6 Budaya Indonesia yang...
6 Budaya Indonesia yang Pernah Diklaim Malaysia, dari Batik, Rendang hingga Reog Ponorogo
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Mengapa Lagu Indonesia...
Mengapa Lagu Indonesia Sangat Populer di Malaysia, namun Tidak Berlaku Sebaliknya?
Malaysia Larang Masuk...
Malaysia Larang Masuk WNI Pemegang Visa Jangka Panjang
WNI Pemegang Visa Jangka...
WNI Pemegang Visa Jangka Panjang Dilarang Masuk, Kemlu Panggil Dubes Malaysia
Berita Terkini
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
26 menit yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
36 menit yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
1 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
2 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
3 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
4 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved