PBB Harus Lebih Peka dalam Penyelesaian Konflik

Senin, 27 Juli 2015 - 13:15 WIB
PBB Harus Lebih Peka...
PBB Harus Lebih Peka dalam Penyelesaian Konflik
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dalam sambutannya saat membuka pertemuan negara-negara pengirim pasukan perdamaian PBB, menekankan perlunya kepekaan lebih ketika hendak mengirimkan misi perdamaian ke sebuah negara anggota PBB. Dirinya menyebut, sebuah negara memiliki karakter masing-masing, yang harus dipahami oleh PBB.

“Penting bagi PBB untuk lebih memiliki pengertian soal kendala-kendala domestik sebuah negara, yang sejalan dengan proses pengambilan keputusan dari negara yang berkomitmen untuk memberikan kontribusi (pada misi perdamaian PBB),” kata Retno pada Senin (27/7/2015).

Selain itu, Retno juga menuturkan, bahwa dalam pengiriman misi perdamaian PBB harus ada perbedaan yang jelas antara menjaga perdamaian, dan penegakan perdamaian. “Perbedaan dan pemahaman yang jelas mengenai mandat Dewan Keamanan PBB diantara semua komponen di lapangan, adalah kunci bagi suksesnya implementasi dari operasi perdamaian PBB,” sambungnya.

Di kesempatan yang sama, Retno juga menekankan beberapa hal yang harus diperhatikan dan dicapai dalam pertemuan yang akan berlangsung hingga esok hari tersebut. Selain kedua poin di atas, setidaknya ada tiga poin utama lain yang ditekankan oleh Retno.

Adalah kebutuhan bagi PBB untuk terus menggali lebih dalam keunggulan yang dimiliki setiap wilayah, untuk mengembangkan kapasitas dan respon pasukan perdamaian PBB. Menurutnya, setiap negara di sebuah wilayah memiliki pengalaman dan level keikustertaan yang berbeda-beda di pasukan perdamaian PBB.

Lalu, perlunya melengkapi pasukan perdamaian PBB dengan sumber daya, baik manusia atau logistik, dan juga pendanaan untuk bisa menjalankan mandat yang dberikan kepada mereka secara efektif.

Terakhir, Retno menekankan perlunya perluasan basis kotributor untuk pasukan perdamaian PBB, sejalan dengan memperdalam keterlibatan pasukan yang ada saat ini, dalam usaha untuk mempersempit jarak antara para kontributor yang terlibat dalam pasukan perdamaian PBB.
(esn)
Berita Terkait
Indonesia Tolak Tuduhan...
Indonesia Tolak Tuduhan Vanuatu di Sidang Umum PBB
RI Kembali Didapuk Jadi...
RI Kembali Didapuk Jadi Presiden DK PBB
Terima Kunjungan Airlangga,...
Terima Kunjungan Airlangga, Sekjen PBB Dukung Presidensi G20 Indonesia
Sekjen PBB Puji Indonesia...
Sekjen PBB Puji Indonesia Redam Konflik di Myanmar
Terpilih Jadi Anggota...
Terpilih Jadi Anggota Dewan HAM PBB, Wujud Kepercayaan yang Diberikan bagi Indonesia
Selamat! Indonesia Terpilih...
Selamat! Indonesia Terpilih sebagai Anggota Dewan IPDC UNESCO
Berita Terkini
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
37 menit yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
4 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
5 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
7 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
7 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved