Malaysia Beredel Media Pengungkap Dugaan Skandal PM Najib

Jum'at, 24 Juli 2015 - 15:46 WIB
Malaysia Beredel Media...
Malaysia Beredel Media Pengungkap Dugaan Skandal PM Najib
A A A
KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia bertindak keras terhadap media yang mengungkap dugaan skandal korupsi di lembaga keuangan negara (1MDB) yang disebut-sebut melibatkan Perdana Menteri (PM) Najib Razak.

Kementerian Dalam Negeri telah menangguhkan izin terbit atau memberedel media The Edge Weekly dan The Edge Financial Daily, yang selama tiga bulan lebih mempublikasikan laporan dugaan skandal korupsi di lembaga 1MDB.

Awal pekan ini, pihak berwenang Malaysia juga telah memblokir situs-situs media yang kritis terhadap pemerintah PM Najib Razak.

Lembaga 1MDB dengan utang lebih dari 11 miliar dolar Amerika Serikat (AS) sedang diselidiki oleh pihak berwenang di Malaysia atas kesalahan manajemen keuangan dan korupsi. Lembaga itu diketuai oleh PM Najib.

The Edge Media Group, dalam sebuah pernyataan hari ini (24/7/2015), mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri Malaysia telah mengeluarkan pemberitahuan terkait dua publikasi laporan dugaan skandal korupsi di lembaga 1MDB.

”(Laporan) yang merugikan, atau mungkin merugikan ketertiban umum dan keamanan nasional, atau mungkin alarm bagi opini publik. (Izin) penerbitan akan ditangguhkan selama tiga bulan mulai dari 27 Juli,” bunyi pernyataan itu.

CEO Edge Media Group, Ho Kay Tat, merasa aneh dengan alasan pemberedelan media yang dilakukan pemerintah.”Kami tidak melihat bahwa kami mengekspos untuk menipu orang-orang Malaysia yang dapat ditafsirkan sebagai hal yang merugikan publik dan kepentingan nasional,” ujarnya, seperti dikutip Reuters. ”Ini tidak lebih dari sebuah langkah untuk menutup kita, ya untuk menutup kita.”

Pada awal bulan ini, The Wall Street Journal (WSJ) membeberkan laporan yang diklaim berasal dari hasil penyelidikan terkait skandal dugaan korupsi di lembaga 1MDB. Dalam laporannya, media yang berbasis di AS itu menulis aliran dana hingga 700 juta dolar AS dari sebuah deposito ke rekening bank milik PM Najib.

Najib telah membantah tuduhan korupsi dana lembaga 1MDB. Menurutnya, tuduhan itu sebagai kampanye jahat yang ingin menggulingkannya. Najib telah mempertimbangkan untuk menggugat WSJ.
(mas)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
14 menit yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
1 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
2 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
3 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
4 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved