Kenang Kematian Ayahnya, Diktator Kim Jong-un Sedih
Selasa, 21 Juli 2015 - 12:23 WIB
Kenang Kematian Ayahnya, Diktator Kim Jong-un Sedih
A
A
A
PYONGYANG - Diktator muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengekspresikan kesedihannya saat mengenang kematian ayahnya, Kim Jong-II. Ayang Kim Jong-un meninggal tahun 2011 karena serangan jantung.
Pemimpin Korut itu mengenang kematian ayahnya, hari Minggu lalu di fasilitas manufaktur kereta api di Ibu Kota Pyongyang. Kim Jong-II meninggal dalam perjalanan bisnis di sebuah kereta api.
Kim Jong-un menyesalkan fasilitas kereta api yang dianggap bersumbangsih atas kematian ayahnya. “Kalau saja kita punya sistem kereta api yang lebih baik, hati saya tidak akan sakit seperti ini,” kata Kim Jong-un.
Menurut Kim Jong-un, ayahnya naik kereta api siang dan malam. ”Sesekali, seperti tur saya di fasilitas, saya memikirkan hal besar, bimbingan sulit dari Pemimpin Rakyat (Kim II-sung, kakek Jong-un) dan Jenderal (Kim Jong-II) yang disediakan, didedikasikan seumur hidup mereka kepada rakyat dan bangsa,” ujar Kim Jong-un, seperti dikutip dari KCNA, Selasa (21/7/2015).
Media Korsel dalam laporannya menggambarkan ekspresi kesedihan Kim Jong-un sebagai “ekspresi langka tentang kerinduannya pada sosok ayah.”
Kim Jong-un mengunjungi Kompleks Lokomotif Listrik Kim Jong Thae untuk memberikan bimbingan lapangan untuk memodernisasi sistem perkeretaapian di Korut.
Pemimpin Korut itu mengenang kematian ayahnya, hari Minggu lalu di fasilitas manufaktur kereta api di Ibu Kota Pyongyang. Kim Jong-II meninggal dalam perjalanan bisnis di sebuah kereta api.
Kim Jong-un menyesalkan fasilitas kereta api yang dianggap bersumbangsih atas kematian ayahnya. “Kalau saja kita punya sistem kereta api yang lebih baik, hati saya tidak akan sakit seperti ini,” kata Kim Jong-un.
Menurut Kim Jong-un, ayahnya naik kereta api siang dan malam. ”Sesekali, seperti tur saya di fasilitas, saya memikirkan hal besar, bimbingan sulit dari Pemimpin Rakyat (Kim II-sung, kakek Jong-un) dan Jenderal (Kim Jong-II) yang disediakan, didedikasikan seumur hidup mereka kepada rakyat dan bangsa,” ujar Kim Jong-un, seperti dikutip dari KCNA, Selasa (21/7/2015).
Media Korsel dalam laporannya menggambarkan ekspresi kesedihan Kim Jong-un sebagai “ekspresi langka tentang kerinduannya pada sosok ayah.”
Kim Jong-un mengunjungi Kompleks Lokomotif Listrik Kim Jong Thae untuk memberikan bimbingan lapangan untuk memodernisasi sistem perkeretaapian di Korut.
(mas)