Bom Mobil Guncang Irak Saat Idul Fitri, 100 Tewas
Sabtu, 18 Juli 2015 - 12:03 WIB
Bom Mobil Guncang Irak Saat Idul Fitri, 100 Tewas
A
A
A
BAGHDAD - Pembom bunuh diri meledakkan diri dengan mobil di sebuah pasar yang sibuk di Khan Bani Saad, Diyala, Irak, kemarin. Bom mobil saat perayaan Idul Fitri itu menewaskan sekitar 100 orang dan diklaim dilakukan ISIS.
Pejabat polisi setempat, Ahmed al-Tamimi, menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan yang menghancurkan. Dia menceritakan situasi mengerikan, di mana beberapa orang menggunakan kotak sayur menumpulkan bagian tubuh anak-anak korban bom dahsyat itu.
Laporan awal semula menyebut ada 80 orang yang tewas dalam serangan bom mobil di kawasan Khan Bani Saad, Provinsi Diyala, sekitar 30 kilometer dari Ibu Kota Baghdad. Namun beberapa jam kemudian, data korban jiwa terus bertambah.
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui Twitter mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom itu. Menurut ISIS, bom tersebut ditargetkan pada kelompok Muslim Syiah.
Kelompok radikal itu juga mengatakan bahwa pembom bunuh diri telah membawa sekitar tiga ton bahan peledak sebelum diledakkan di mobil. ISIS bahkan mengklaim korban tewas akibat serangan bom sekitar 180 orang.
Massa di Baghdad yang sedang merayakan Idul Fitri marah dengan serangan bom itu. Mereka menghancurkan jendela mobil yang diparkir tak jauh dari lokasi pemboman.
Pemerintah Provinsi Diyala mengumumkan masa berkabung tiga hari. Anggota Parlemen Diyala, Fares Raad al-Mas, menambahkan lebih dari 70 orang terluka. Jumlah korban tewas dikhawatirkan bisa bertambah.
”Ledakan besar itu menyebabkan banyak kerusakan,” kata al-Mas, seperti dikutip Reuters, Sabtu (18/7/2015).
Pejabat polisi setempat, Ahmed al-Tamimi, menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan yang menghancurkan. Dia menceritakan situasi mengerikan, di mana beberapa orang menggunakan kotak sayur menumpulkan bagian tubuh anak-anak korban bom dahsyat itu.
Laporan awal semula menyebut ada 80 orang yang tewas dalam serangan bom mobil di kawasan Khan Bani Saad, Provinsi Diyala, sekitar 30 kilometer dari Ibu Kota Baghdad. Namun beberapa jam kemudian, data korban jiwa terus bertambah.
Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui Twitter mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom itu. Menurut ISIS, bom tersebut ditargetkan pada kelompok Muslim Syiah.
Kelompok radikal itu juga mengatakan bahwa pembom bunuh diri telah membawa sekitar tiga ton bahan peledak sebelum diledakkan di mobil. ISIS bahkan mengklaim korban tewas akibat serangan bom sekitar 180 orang.
Massa di Baghdad yang sedang merayakan Idul Fitri marah dengan serangan bom itu. Mereka menghancurkan jendela mobil yang diparkir tak jauh dari lokasi pemboman.
Pemerintah Provinsi Diyala mengumumkan masa berkabung tiga hari. Anggota Parlemen Diyala, Fares Raad al-Mas, menambahkan lebih dari 70 orang terluka. Jumlah korban tewas dikhawatirkan bisa bertambah.
”Ledakan besar itu menyebabkan banyak kerusakan,” kata al-Mas, seperti dikutip Reuters, Sabtu (18/7/2015).
(mas)