Demo Anti-Islam di Australia Dilawan Massa Anti-Rasis

Sabtu, 18 Juli 2015 - 10:09 WIB
Demo Anti-Islam di Australia...
Demo Anti-Islam di Australia Dilawan Massa Anti-Rasis
A A A
MELBOURNE - Pengunjuk rasa anti-rasisme telah berkumpul untuk melawan demonstrasi anti-Islam di Melbourne dan sejumlah kota di Australia hari ini (18/7/2015). Demonstrasi dari dua kubu pada saat perayaan Idul Fitri ini dikhawatirkan memicu bentrok dan pertumpahan darah.

Ratusan polisi Australia sudah mengantisipasi dengan memblokir jalan menuju parlemen. Tujuannya untuk memisahkan massa kedua kubu untuk mencegah kemungkinan terburuk.

Demonstrasi anti-Islam di Australia digalang oleh kelompok bernama “Reclaim Australia”. Kelompok ini telah mengerahkan hingga 4 ribu demonstran. Sedangkan demo dari kubu tandingan yakni kubu anti-rasisme digalang oleh “Coalition Against Racism and Fascism” (Koalisi Melawan Rasisme dan Fasisme).

Juru bicara “Coalition Against Racism and Facism”, Wasti Kenway, mengatakan kelompoknya telah dimobilisasi demonstran untuk mengirim pesan kepada warga Muslim, penduduk asli Australia dan pendatang untuk tidak mendukung pandangan rasis.

”Gerakan kami berdiri melawan rasisme, menunjukkan bahwa kita yang berbeda tetap ingin multikultural di Australia,” ujarnya, seperti dikutip Sky News.

Polisi Australia juga telah menyiapkan semprotan merica sebagai langkah antisipasi jika terjadi aksi anarkis. Jumlah polisi yang dikerahkan untuk menjaga situasi agar tenang mencapai hingga 800 personel.

Kelompok “Reclaim Australia” telah menyerukan pendukungnya untuk menyebarkan pesan anti-Islam di jalan-jalan. Kelompok itu juga berkampanye di Facebook dengan nama halaman “United Patriots Front” (UPF).

Halaman Facebook itu telah dipenuhi tulisan ancaman. ”UPF, saya harap Anda semua memiliki asuransi kesehatan swasta, karena ada ribuan orang kidal yang siap untuk memecahkan beberapa tengkorak hari ini,” tulis seorang pengguna Facebook di halaman UPF.

”Dengan hanya beberapa ratus dari Anda, saya pikir darah Anda akan tumpah seluruh negeri,” bunyi tulisan lain di halaman Facebook UPF.
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
1 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
2 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
3 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
4 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved