Pangeran Saudi Kritik Kesepakatan Nuklir Iran

Kamis, 16 Juli 2015 - 18:56 WIB
Pangeran Saudi Kritik...
Pangeran Saudi Kritik Kesepakatan Nuklir Iran
A A A
RIYADH - Pangeran Arab Saudi, Bandar bin Sultan melemparkan kritikan terhadap Amerika Serikat (AS) atas kesepakatan nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia. Menurutnya, AS telah melakukan hal yang sama, ketika mereka melakukan kesepakatan nuklir dengan Korea Utara (Korut).

Bandar, yang menyampaikan kritikan tersebut melalui sebuah tulisan opini di media setempat mengatakan, kesepakatan tersebut perlahan-lahan akan membawa petaka di kawasan Timur Tengah.

"Para pakar media dan politik mengatakan, kesepakatan dengan Iran yang dicapai pada era Presiden (Barack) Obama adalah 'Deja vu' dalam kaitannya dengan kesepakatan nuklir Korea Utara yang dicapai pada era Presiden Bill Clinton," tulis Bandar, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (16/7/2015).

AS dan Korut membuat kesepakatan nuklir pada tahun 1994 lalu. Namun, setelah sembilan tahun kesepakatan itu akhirnya berakhir, yang ditandai dengan keluarnya Korut dari international Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT), dan tidak lama kemudian Korut dikabarkan telah membuat senjata nuklir.

"Presiden Obama membuat kesepakatan dengan Iran, dengan sepenuhnya menyadari bahwa analisis strategis kebijakan luar negeri, informasi intelijen nasional, dan info intelijen dari sekutu AS di kawasan itu memprediksi tidak ada hasil yang dicapai dari kesepakatan dengan Korut, tapi bisa jadi lebih buruk," sambungnya.

"Iran memiliki akses untuk mendatangkan miliaran dolar guna menyiram ekonomi mereka. Ini akan mendatangkan malapetaka di Timur Tengah yang sudah ditimpa bencana, di mana Iran adalah pemain utama dalam destabilisasi kawasan," imbuh mantan Duta Besar Saudi untuk AS tersebut.
(esn)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
1 jam yang lalu
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
2 jam yang lalu
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
2 jam yang lalu
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
3 jam yang lalu
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved