ISIS Enam Kali Lebih Berbahaya dari Al-Qaeda
Senin, 13 Juli 2015 - 12:14 WIB
ISIS Enam Kali Lebih Berbahaya dari Al-Qaeda
A
A
A
KABUL - Walaupun ISIS merupakan kelompok yang berasal dari sempalan al-Qaeda, tapi kekuatan mereka saat ini jauh lebih besar dan berbahaya dari al-Qaeda. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bahkan menyebut, ISIS enam kali lebih berbahaya, besar, dan canggih dibandingkan pendahulunya tersebut.
"Jika al-Qaeada adalah versi pertama dari terorisme, maka Daesh (sebutan yang merendahkan ISIS dalam bahasa Arab) adalah versi ke enam," kata Ghani, seperti dilansir Russia Today pada Senin (13/7/2015).
Dirinya menuturkan, sistem bekerja ISIS sudah sangat modern. Kelompok radikal itu, menurut Ghani benar-benar bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperbesar dan menjalankan aksi-aksinya.
"Bentuk organisasi benar-benar modern. Sarana komunikasi dikerahkan, jaringan, perekrutan melalui internet. Jadi morfologi yang terlibat sangat cepat. Jika Anda melihat ke dalam teori jaringan, menunjukkan bahwa Daesh melewati sekitar empat sampai lima tahap pembentukan jaringan dalam waktu yang sangat singkat. Itu berarti bahwa inovasi mereka sangat cepat," sambungnya.
Selain itu, situasi yang kurang stabil di Irak dan Suriah menjadikan alasan lain mengapa ISIS bisa berkembang sangat pesat. ISIS yang tahun lalu hanya menduduki Mosul, kini sudah bisa menguasasi setengah dari Irak dan setengah dari wilayah perbatasan Suriah dan Irak.
Pemimpin Afghanistan itu menyebut dunia internasional harus bergerak sangat cepat untuk bisa mengejar perkembangan yang dialami ISIS. Bila dunia tidak bisa mengejar laju perkembangan ISIS, maka sulit rasanya untuk bisa mengalahkan kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu.
"Jika al-Qaeada adalah versi pertama dari terorisme, maka Daesh (sebutan yang merendahkan ISIS dalam bahasa Arab) adalah versi ke enam," kata Ghani, seperti dilansir Russia Today pada Senin (13/7/2015).
Dirinya menuturkan, sistem bekerja ISIS sudah sangat modern. Kelompok radikal itu, menurut Ghani benar-benar bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperbesar dan menjalankan aksi-aksinya.
"Bentuk organisasi benar-benar modern. Sarana komunikasi dikerahkan, jaringan, perekrutan melalui internet. Jadi morfologi yang terlibat sangat cepat. Jika Anda melihat ke dalam teori jaringan, menunjukkan bahwa Daesh melewati sekitar empat sampai lima tahap pembentukan jaringan dalam waktu yang sangat singkat. Itu berarti bahwa inovasi mereka sangat cepat," sambungnya.
Selain itu, situasi yang kurang stabil di Irak dan Suriah menjadikan alasan lain mengapa ISIS bisa berkembang sangat pesat. ISIS yang tahun lalu hanya menduduki Mosul, kini sudah bisa menguasasi setengah dari Irak dan setengah dari wilayah perbatasan Suriah dan Irak.
Pemimpin Afghanistan itu menyebut dunia internasional harus bergerak sangat cepat untuk bisa mengejar perkembangan yang dialami ISIS. Bila dunia tidak bisa mengejar laju perkembangan ISIS, maka sulit rasanya untuk bisa mengalahkan kelompok pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu.
(esn)