Muslim AS Bantu Bangun Kembali Gereja yang Terbakar
Jum'at, 10 Juli 2015 - 16:46 WIB
Muslim AS Bantu Bangun Kembali Gereja yang Terbakar
A
A
A
CHARLESTON - Komunitas Muslim di Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah melakukan kampanye untuk membantu pembangunan kembali delapan gereja yang terbakar di Charleston. Kampanye berupa pengumpulan dana ini disebut-sebut telah berhasil mengumpulkan puluhan ribu dolar.
Faatimah Knight, seorang pengurus LaunchGood, sebuah badan crowdfunding Muslim di AS mengatakan, sejauh ini kampanye yang mereka lakukan telah berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 50 ribu, atau sekitar Rp. 600 juta. Dalam kampanyenya, LaunchGood menggunakan tagar #RespondWithLove.
Dalam sebuah wawancara dengan NBC, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (10/7/2015), Faatimah mengatakan, kampanye ini adalah bukti bahwa komunitas Muslim juga peduli pada masyarakat dan komunitas lain yang ada di AS.
"Kami ingin menunjukkan, bahwa sebagai komunitas Muslim, rasa sakit mereka tidak kami abaikan begitu saja, itu yang kami lakukan. Jadi faktanya kami juga merasakan kepedihan dan kehilangan yang mereka rasakan," kata Faatimah.
Mahasiswi Theologi di Chicago Theological Seminary juga mengatakan alasan lain komunitas Muslim membantu pembangunan gereja itu adalah, karena dimata mereka semua tempat ibadah itu adalah sama, tempat suci yang harus dijaga.
"Semua rumah ibadah adalah tempat suci, tempat di mana semua orang harusnya merasa aman, tempat kita bisa berlindung ketika dunia ini terlalu berat untuk ditanggung," sambungnya.
Pada awalnya komunitas Muslim di AS mencoba membantu keluarga korban pembantaian di sebuah gereja di kota yang sama. Namun, saat terjadi insiden pembakaran terhadap gereja-gereja kulit hitam di Charleston, komunitas Muslim di AS mengubah fokus, dan mencoba membantu pengambunan kembali gereja-gereja tersebut.
Faatimah Knight, seorang pengurus LaunchGood, sebuah badan crowdfunding Muslim di AS mengatakan, sejauh ini kampanye yang mereka lakukan telah berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 50 ribu, atau sekitar Rp. 600 juta. Dalam kampanyenya, LaunchGood menggunakan tagar #RespondWithLove.
Dalam sebuah wawancara dengan NBC, seperti dilansir Sputnik pada Jumat (10/7/2015), Faatimah mengatakan, kampanye ini adalah bukti bahwa komunitas Muslim juga peduli pada masyarakat dan komunitas lain yang ada di AS.
"Kami ingin menunjukkan, bahwa sebagai komunitas Muslim, rasa sakit mereka tidak kami abaikan begitu saja, itu yang kami lakukan. Jadi faktanya kami juga merasakan kepedihan dan kehilangan yang mereka rasakan," kata Faatimah.
Mahasiswi Theologi di Chicago Theological Seminary juga mengatakan alasan lain komunitas Muslim membantu pembangunan gereja itu adalah, karena dimata mereka semua tempat ibadah itu adalah sama, tempat suci yang harus dijaga.
"Semua rumah ibadah adalah tempat suci, tempat di mana semua orang harusnya merasa aman, tempat kita bisa berlindung ketika dunia ini terlalu berat untuk ditanggung," sambungnya.
Pada awalnya komunitas Muslim di AS mencoba membantu keluarga korban pembantaian di sebuah gereja di kota yang sama. Namun, saat terjadi insiden pembakaran terhadap gereja-gereja kulit hitam di Charleston, komunitas Muslim di AS mengubah fokus, dan mencoba membantu pengambunan kembali gereja-gereja tersebut.
(esn)