Sepekan Jelang Idul Fitri, Gencatan Senjata Tercipta di Yaman
Jum'at, 10 Juli 2015 - 15:10 WIB
Sepekan Jelang Idul Fitri, Gencatan Senjata Tercipta di Yaman
A
A
A
NEW YORK - Warga Yaman dipastikan dapat menjalankan hari raya Idul Fitri dalam kondisi tenang dan damai. Ini dikarenakan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara seluruh pihak yang bertikat di Yaman.
Tercapainya gencatan senjata terbaru di Yaman ini diumumkan langsung oleh juru bicara PBB Stephane Dujarric. Melansir Al Arabiya pada Jumat (10/7/2015), Dujarric mengatakan gencatan senjata tersebut akan mulai berlaku pada tengah malam nanti, dan akan berlaku hingga Idul Fitri.
Dujarric, yang berbicara atas nama Sekertaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. berharap semua pihak, baik itu Houthi, pemerintah Yaman, atau Arab Saudi menghormati gencatan senjata ini, sampai batas waktu yang telah ditentukan.
"Sekretaris Jenderal berharap adanya komitmen dari semua pihak yang terlibat dalam konflik di Yaman untuk jeda kemanusiaan tanpa syarat, yang akan dimulai pada Jumat, Juli 10 at 23:59 (waktu Yaman) sampai akhir Ramadhan," kata Dujarric.
"Kami merasa bahwa semua pihak harus turut mengumumkan awal jeda ini pada hari Jumat," sambungnya.
Dirinya menambahkan, bahwa PBB menyerukan dunia
internasional untuk segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Yaman. Dujarric menggambarkan pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut sudah sangat mendesak, dan harus dilakukan secepat mungkin.
Sementara itu, Dujarric juga menyebut bahwa Ki-moon telah menerima jaminan dari Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi dan melalui utusan khusus Houthi, bahwa mereka mendukung gencatan senjata ini dengan menghentikan pertempuran sampai akhir bulan suci Ramadan.
Tercapainya gencatan senjata terbaru di Yaman ini diumumkan langsung oleh juru bicara PBB Stephane Dujarric. Melansir Al Arabiya pada Jumat (10/7/2015), Dujarric mengatakan gencatan senjata tersebut akan mulai berlaku pada tengah malam nanti, dan akan berlaku hingga Idul Fitri.
Dujarric, yang berbicara atas nama Sekertaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. berharap semua pihak, baik itu Houthi, pemerintah Yaman, atau Arab Saudi menghormati gencatan senjata ini, sampai batas waktu yang telah ditentukan.
"Sekretaris Jenderal berharap adanya komitmen dari semua pihak yang terlibat dalam konflik di Yaman untuk jeda kemanusiaan tanpa syarat, yang akan dimulai pada Jumat, Juli 10 at 23:59 (waktu Yaman) sampai akhir Ramadhan," kata Dujarric.
"Kami merasa bahwa semua pihak harus turut mengumumkan awal jeda ini pada hari Jumat," sambungnya.
Dirinya menambahkan, bahwa PBB menyerukan dunia
internasional untuk segera mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Yaman. Dujarric menggambarkan pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut sudah sangat mendesak, dan harus dilakukan secepat mungkin.
Sementara itu, Dujarric juga menyebut bahwa Ki-moon telah menerima jaminan dari Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi dan melalui utusan khusus Houthi, bahwa mereka mendukung gencatan senjata ini dengan menghentikan pertempuran sampai akhir bulan suci Ramadan.
(esn)