Aib Rahasia Dibongkar WikiLeaks, Saudi Berang

Senin, 22 Juni 2015 - 10:25 WIB
Aib Rahasia Dibongkar...
Aib Rahasia Dibongkar WikiLeaks, Saudi Berang
A A A
RIYADH - Kerajaan Arab Saudi berang setelah situs anti-kerahasiaan WikiLeaks membocorkan ribuan dokumen rahasia yang mengungkap aib negara itu. Pemerintah Kerjaaan Saudi langsung memperingatkan warganya untuk tidak ikut menyebarkan dokumen yang dirilis WikiLeaks.

Situs yang didirikan Julian Assange itu telah memperoleh sekitar 500 ribu dokumen rahasia Saudi yang mereka namakan “Saudi Cable’s”. Pada tahap awal, yakni Jumat pekan lalu, WikiLeaks telah merilis lebih dari 60 ribu dokumen rahasia Saudi. (Baca: WikiLeaks: Sekutu Top AS, Saudi Jadi Adidaya Timur Tengah)

“Saudi Cable’s memberikan wawasan ke dalam kebijakan interior dan asing Kerajaan (Arab Saudi) yang menjelaskan bagaimana telah berhasil membentuk sekutu dan mengkonsolidasikan posisinya sebagai negara adidaya di wilayah Timur Tengah, termasuk melalui cara menyuap dan mengkooptasi tokoh kunci individu dan lembaga,” bunyi pernyataan WikiLeaks yang merilis dokumen rahasia Saudi.

Saudi melalui Kementerian Luar Negeri tidak secara langsung menyangkal keaslian dokumen rahasia itu. Namun, Saudi menyatakan dokumen itu bisa saja dipalsukan.

“Negara tidak memungkinkan musuh untuk mencapai niat mereka dalam hal pertukaran (data rahasia) atau penerbitan dokumen apapun,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Saudi, Osama Naqli.

Naqli mengatakan penyelidikan sedang dilakukan. Dia menegaskan, bahwa kementerian terkait akan mengadili mereka yang terlibat dalam pembocoran dokumen rahasia negara. (Baca juga: WikiLeaks Panen Dokumen Saudi Diduga dari Hacker Yaman)

WikiLeaks sendiri mengklaim ribuan dokumen Saudi mereka peroleh dari komunimasi kedutaan, e-mail antara diplomat dan laporan-laporan lainnya. Dokumen-dokumen WikiLeaks belum bisa diverifikasi keasliannya secara independen.

Sebelum ribuan dokumen rahasia Saudi dibocorkan WikiLeaks, Pemerintah Saudi pada bulan Mei 2015 lalu mengakui bahwa Riyadh sedang terlibat “perang cyber”.

Sebulan kemudian, muncul klaim dari kelompok hacker Yaman yang bernama “Yemeni Cyber Army” telah meretas jaringan sekitar 3 ribu komputer Pemerintah Saudi. WikiLeaks sendiri mengaku kagum dengan bocoran dari kelompok hacker itu.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
2 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
3 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
4 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
5 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
5 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved