Tersangka Pembantai Sembilan Orang di Gereja AS Ditangkap
Jum'at, 19 Juni 2015 - 08:49 WIB
Tersangka Pembantai Sembilan Orang di Gereja AS Ditangkap
A
A
A
SOUTH CAROLINA - Tersangka pembantai sembilan orang di gereja komunitas kulit hitam di Charleston, South Carolina, Amerika Serikat (AS) ditangkap. Tersangka diketahui seorang pria kulit putih 21 tahun bernama Dylann Roof.
Roof melakukan penembakan massal di Gereja Emanuel African Methodist Episcopal (AME) pada Rabu malam waktu AS atau Kamis kemarin WIB. Presiden AS, Barack Obama, menyebut penembakan massal di gereja komunitas kulit hitam itu sebagai sejarah gelap AS. (Baca juga: Korban Tewas Penembakan Massal di Gereja AS Jadi 9 Orang)
Menurut kepala polisi setempat, Gregory Mullen, Roof ditangkap saat berhenti di sebuah jalan di Shelby, North Carolina, sekitar 350 km sebelah utara dari Charleston. ”Orang ini melakukan sebuah kejahatan keji dan tragis tadi malam,” kata Mullen, seperti dikutip Reuters, Jumat (19/6/2015).
Jaksa Agung Loretta Lynch mengatakan, bahwa kantornya sedang menyelidiki apakah Roof melakukan penembakan massal itu didasari dengan kejahatan kebencian rasial atau tidak. Jika kejahatan itu dimotivasi kebencian rasial maka hukuman bagi Roof akan lebih berat. (Baca juga: Inilah Foto Penembak Mati 9 Orang di Gereja AS)
Presiden Obama membela komunitas kulit hitam yang jadi korban penembakan massal di gereja itu. ”Fakta bahwa ini terjadi di sebuah gereja komunitas kulit hitam dan jelas menimbulkan pertanyaan tentang bagian gelap dari sejarah kita,” ujar Obama.
”Kami tidak memiliki semua fakta, tapi kami tahu bahwa, sekali lagi, orang yang tidak bersalah tewas,” lanjut Obama.
Roof melakukan penembakan massal di Gereja Emanuel African Methodist Episcopal (AME) pada Rabu malam waktu AS atau Kamis kemarin WIB. Presiden AS, Barack Obama, menyebut penembakan massal di gereja komunitas kulit hitam itu sebagai sejarah gelap AS. (Baca juga: Korban Tewas Penembakan Massal di Gereja AS Jadi 9 Orang)
Menurut kepala polisi setempat, Gregory Mullen, Roof ditangkap saat berhenti di sebuah jalan di Shelby, North Carolina, sekitar 350 km sebelah utara dari Charleston. ”Orang ini melakukan sebuah kejahatan keji dan tragis tadi malam,” kata Mullen, seperti dikutip Reuters, Jumat (19/6/2015).
Jaksa Agung Loretta Lynch mengatakan, bahwa kantornya sedang menyelidiki apakah Roof melakukan penembakan massal itu didasari dengan kejahatan kebencian rasial atau tidak. Jika kejahatan itu dimotivasi kebencian rasial maka hukuman bagi Roof akan lebih berat. (Baca juga: Inilah Foto Penembak Mati 9 Orang di Gereja AS)
Presiden Obama membela komunitas kulit hitam yang jadi korban penembakan massal di gereja itu. ”Fakta bahwa ini terjadi di sebuah gereja komunitas kulit hitam dan jelas menimbulkan pertanyaan tentang bagian gelap dari sejarah kita,” ujar Obama.
”Kami tidak memiliki semua fakta, tapi kami tahu bahwa, sekali lagi, orang yang tidak bersalah tewas,” lanjut Obama.
(mas)