Indonesia Kebut Pembahasan Batas Maritim dengan Malaysia
Kamis, 11 Juni 2015 - 19:37 WIB
Indonesia Kebut Pembahasan Batas Maritim dengan Malaysia
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dilaporkan terus mengebut penyelesaian pembahasan perbatasan maritim dengan Malaysia. Untuk merelalisasikan hal ini, Presiden Indonesia Joko Widodo akan mengirimkan perwakilan khusus yang dipimpin oleh Eddy Pratomo untuk bertemu perwakilan Malaysia.
"Penunjukan Utusan Khusus Presiden tersebut merupakan perwujudan tekad dan upaya sungguh-sungguh Indonesia untuk mempercepat penyelesaian penetapan batas maritim antara Indonesia dan Malaysia," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, yang diterima Sindonews pada Kamis (11/6/2015).
Pengiriman utusan khusus ini, lanjut pernyataan Kemlu, merupakan tindak lanjut dari kunjungan Jokowi -sapaan akrab Joko Widodo- ke Malaysia pada Februari 2015, dan pertemuan Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Malaysia di Kota Kinabalu pada Januari 2015.
"Utusan Khusus Presiden RI diharapkan dapat segera bertemu dengan Utusan Khusus Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Mohd Radzi Abdul Rahman, untuk membahas kerangka acuan kerja yang disepakati bersama dalam waktu dekat," sambungnya.
Dalam pertemuan itu, Indonesia dan Malaysia akan menyelesaikan pembahasan batas maritim di lima titik, yakni di Laut Sulawesi, Laut China Selatan, Selat Singapura bagian Timur, Selat Malaka bagian Selatan dan Selat Malaka.
"Penunjukan Utusan Khusus Presiden tersebut merupakan perwujudan tekad dan upaya sungguh-sungguh Indonesia untuk mempercepat penyelesaian penetapan batas maritim antara Indonesia dan Malaysia," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, yang diterima Sindonews pada Kamis (11/6/2015).
Pengiriman utusan khusus ini, lanjut pernyataan Kemlu, merupakan tindak lanjut dari kunjungan Jokowi -sapaan akrab Joko Widodo- ke Malaysia pada Februari 2015, dan pertemuan Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Malaysia di Kota Kinabalu pada Januari 2015.
"Utusan Khusus Presiden RI diharapkan dapat segera bertemu dengan Utusan Khusus Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Mohd Radzi Abdul Rahman, untuk membahas kerangka acuan kerja yang disepakati bersama dalam waktu dekat," sambungnya.
Dalam pertemuan itu, Indonesia dan Malaysia akan menyelesaikan pembahasan batas maritim di lima titik, yakni di Laut Sulawesi, Laut China Selatan, Selat Singapura bagian Timur, Selat Malaka bagian Selatan dan Selat Malaka.
(esn)