Muslimah di AS Jadi Korban Diskriminasi karena Sekaleng Soda

Senin, 01 Juni 2015 - 10:50 WIB
Muslimah di AS Jadi...
Muslimah di AS Jadi Korban Diskriminasi karena Sekaleng Soda
A A A
WASHINGTON - Tahera Ahmad, 31, seorang muslimah di Amerika Serikat (AS) jadi korban diskriminasi maskapai United Airlines. Tahera minta pada pramugari sekaleng minuman soda yang belum dibuka, namun ditolak karena curiga akan dijadikan senjata yang berbahaya.

Anehnya, penumpang lain yang duduk di sebelahnya tidak masalah ketika meminta sekaleng minuman bir yang juga belum dibuka. Akibat perlakukan diskriminasi itu, pihak maskapai dikecam para pelanggaan.

Tahera adalah seorang penceramah dari Universitas Northwestern. Dia sedang melakukan perjalanan dari Chicago ke Washington DC, untuk sebuah konferensi yang bertujuan mempromosikan dialog antara pemuda Israel dan Palestina.

Selama penerbangan, ia meminta pramugari, apakah ia bisa mendapatkan sekaleng minuman soda untuk diet. Permintaan itu ditolak mentah-mentah.”Ya, saya minta maaf,saya tidak bisa memberi Anda minuman soda yang belum dibuka,” tulis Tahera di halaman Facebook-nya, saat menceritakan perlakukan diskriminasi yang dia alami.

Tahera pun sempat mempertanyakan pramugari, mengapa penumpang di sebelahnya diberi sekaleng minuman bir yang belum dibuka. Tapi jawabannya tidak memuaskan.

”Kami tidak bisa secara sah untuk memberikan (minuman) kaleng yang belum dibuka kepada orang-orang karena mereka dapat menggunakannya sebagai senjata di pesawat,” kata Tahera menirukan ucapan salah satu pramugari.

Tak hanya kepada pramugari, Tahera juga bertanya kepada penumpang di sebelahnya yang diberi sekaleng minuman bir. Tapi, Tahera disalahkan karena dia berstatus muslimah.

Seorang penumpang pria yang duduk di kursi yang berlawanan berteriak kepadanya, ”Anda Muslim, Anda harus dicegah.”

Tahera kaget dengan teriakan itu dan spontan berkata; “Apa?!”. Penumpang pria itu lantas menunduk dan mengatakan alasan yang sama seperti yang dilontarkan pramugari.“Ya, Anda tahu, Anda akan menggunakannya sebagai senjata,” ujar penumpang pria itu, seperti dilansir Russia Today, semalam (31/5/2015).
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
17 menit yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
1 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
2 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
3 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved