Bela Riyadh, Hariri Sebut Perang Politik Iran Lawan Saudi Berbahaya

Jum'at, 16 September 2016 - 08:12 WIB
Bela Riyadh, Hariri...
Bela Riyadh, Hariri Sebut Perang Politik Iran Lawan Saudi Berbahaya
A A A
BEIRUT - Mantan Perdana Menteri Libanon, Saad Hariri, menyebut perang politik Iran dan medianya melawan Arab Saudi sebagai episode berbahaya yang bertujuan memperburuk pertikaian dan mengancam stabilitas kawasan. Hariri membela Riyadh yang telah dihujat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

”Setelah kata-kata yang tidak bertanggung jawab dari Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada malam Idul Adha, Menteri Luar Negeri (Iran) keluar dengan teks penuh kebencian terhadap Arab Saudi,” tulis Hariri melalui akun Twitter-nya, @saadhariri, dalam bahasa Arab.

”Zarif (Menlu Iran Mohammad Javad Zarif) menggunakan platform media Amerika untuk menghasut Pemerintah Amerika dan orang-orang Amerika melawan Arab Saudi. Platform dari ‘setan besar’ sekarang dianggap cocok oleh pemimpin Iran untuk mengekspresikan pandangan setan,” lanjut tweet Hariri, yang dikutip Jumat (16/9/2016).

Menurut Hariri, Iran-lah yang membuat kekacauan dengan meluncurkan operasi di banyak negara di Timur Tengah. ”Iran memimpin operasi yang meluas untuk menghancurkan masyarakat Arab mulai dari Libanon hingga Suriah, Irak, Yaman dan setiap negara disusupi oleh Garda Revolusi,” tuding PM Libanon era 2009-2011 ini.

”Iran adalah mitra langsung dalam pemuliaan terorisme dan menyebarkannya di dunia Islam, seperti dapat dilihat di Afghanistan, Pakistan, Irak dan Suriah. Mereka yang bertanggung jawab atas penggusuran rakyat Suriah, memecah Irak, merusak persatuan Yaman dan membantu orang-orang yang dituduh membunuh Rafik Hariri untuk melarikan diri, tidak memiliki hak untuk menunjuk jari pada Arab Saudi dan sejarahnya yang melindungi moderasi,” imbuh putra kedua dari mantan PM Libanon Rafik Hariri tersebut.

Baca:
Pangeran Khaled Peringatkan Iran Jangan Luncurkan Perang ke Saudi


Pembelaan Hariri ini muncul setelah Pangeran Arab Saudi Khaled al-Faisal yang juga Gubernur Makkah memperingatkan Iran untuk tidak menggunakan kekuatan atau meluncurkan perang dalam bersaing dengan Saudi. Pangeran Khaled juga mendoakan pemimpin Iran agar Tuhan membimbingnya untuk tidak melakukan pelanggaran.

”Saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk membimbing mereka dan untuk mencegah mereka dari pelanggaran dan sikap yang salah mereka terhadap sesama Muslim di antara orang-orang Arab di Irak, Suriah, Yaman dan di sekitar dunia,” kata Pangeran Khaled, dalam pesan tertulis yang dikutip Reuters.

”Tapi kalau mereka sedang mempersiapkan pasukan untuk menyerang kami, kami tidak mudah diambil oleh seseorang yang akan membuat perang terhadap kami,” lanjut Pangeran Khaled memperingatkan Iran.
(mas)
Berita Terkait
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Delegasi Iran Tiba di...
Delegasi Iran Tiba di Riyadh untuk Persiapkan Pembukaan Kembali Kedutaan
Pembicaraan Rekonsiliasi...
Pembicaraan Rekonsiliasi Iran-Saudi Siap ke Tingkat Lebih Tinggi
Panglima Militer Arab...
Panglima Militer Arab Saudi Berkunjung ke Iran, Ada Apa Gerangan?
Arab Saudi Resmi Akui...
Arab Saudi Resmi Akui Berunding dengan Iran, Hasil Masih Terlalu Dini
Berita Terkini
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
27 menit yang lalu
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
50 menit yang lalu
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
1 jam yang lalu
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
1 jam yang lalu
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
3 jam yang lalu
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved