Trump Minta Jaksa Khusus untuk Selidiki Clinton Foundation

Selasa, 23 Agustus 2016 - 08:40 WIB
Trump Minta Jaksa Khusus...
Trump Minta Jaksa Khusus untuk Selidiki Clinton Foundation
A A A
WASHINGTON - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, mendesak Dapartemen Kehakiman untuk menunjuk seorang jaksan khusus untuk menyelidiki Clinton Foundation. Trump menduga pendonor yang menyalurkan dananya ke Clinton Foundation mendapat perlakuan khusus dari Departemen Luar Negeri saat berada di bawah kepemimpinan Hillary Clinton.

Trump menuding mantan Presiden Bill Clinton dan istirinya, Hillary, telah mengubah badan amal Clinton Foundation menjadi badan pay for play. Dengan begitu, badan itu menjalankan skema dimana donor yang kaya, asing, dan domestik, mendapat bantuan dari Departemen Luar Negeri selama Hillary Clinton menjadi diplomat negara dalam kurun waktu 2009-2013.

"Departemen Kehakiman harus menunjuk seorang jaksa khusus karena telah terbukti, sayangnya, menjadi perpanjangan tangan Gedung Putih. Tidak ada yang pernah melihat seperti ini sebelumnya," kata Trump seperti dikutip dari Reuters, Selasa (23/8/2016).

Pernyataan Trump ini muncul bersamaan kelompok pengawas konservatif, Judicial Watch, merilis dokumen Departemen Luar Negeri setebal 725 halaman. Dokumen itu termasuk beberapa contoh yang dikatakan mendapatkan perlakuan istimewa yang diberikan kepada pendonor atas permintaan eksekutif Clinton Foundation Douglas Band.

Selain itu, permintaan Trump untuk dilakukannya penyelidikan independen ini diikuti pengumuman oleh Clinton Foundation yang tidak lagi menerima sumbangan asing jika nantinya Hillary terpilih menjadi presiden Amerika Serikat (AS). Tim kampanye Hillary pun balik menyerang Trump dengan mengatakan Trump harus jujur dihadapan para pemilihnya terhadap jaringan bisnisnya yang kompleks. Hal ini terkait hutang-hutangnya kepada bank-bank besar, termasuk bank milik China, setelah munculnya laporan yang dirilis New York Times

"Donald Trump harus berhenti bersembunyi di balik alasan palsu dan melepaskan pajak serta segera mengungkapkan secara penuh tingkat kepentingan pada bisnisnya," kata ketua tim kampanye Hillaru John Podesta.
(ian)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
6 jam yang lalu
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
7 jam yang lalu
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
8 jam yang lalu
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
9 jam yang lalu
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
10 jam yang lalu
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
10 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved