7 Kota Calon Zona Demiliterisasi Rusia - Ukraina, Mayoritas di Wilayah Perbatasan

Senin, 12 Juni 2023 - 15:30 WIB
loading...
7 Kota Calon Zona Demiliterisasi...
Beberapa kota di Ukraina diusulkan menjadi zona demiliterisasi dalam perang Rusia-Ukraina. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Zona demiliterisasi bukan isu baru dalam penyelesaian perang Ukraina melawan Rusia. Pembentukan zona tersebut dianggap sebagai solusi untuk mewujudkan perdamaian antara kedua negara yang bertikai.

Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto menawarkan proposal perdamaian untuk Ukraina dan Rusia. Proposal itu berisi perlunya gencatan senjata, penarikan pasukan 15 kilometer dari posisi depan ke zona demiliterisasi baru, dan pengerahan pasukan PBB.

Sebelumnya, Mykhailo Podolyak, penasihat kepala Kantor Presiden Ukraina, mengusulkan pembentukan zona demiliterisasi dengan lebar antara 100 dan 120 kilometer di wilayah perbatasan Rusia dengan Ukraina sebagai bagian dari penyelesaian pasca perang. Dia mengusulkan, zona demiliterisasi harus mencakup wilayah Rusia seperti Belgorod, Bryansk, Kursk dan Rostov untuk melindungi wilayah yang berdekatan di Ukraina.

Bagaimana dengan kota-kota di Ukraina? Podolyak mengusulkan untuk memastikan keamanan nyata bagi penduduk wilayah Kharkiv, Chernihiv, Sumy, Zaporizhzhia, Luhansk, dan Donetsk serta melindungi mereka dari penembakan, perlu untuk memperkenalkan zona demiliterisasi 100-120 km.

Zona seperti itu, yang tidak dapat digunakan atau ditempati oleh pasukan militer, kemungkinan akan membutuhkan kontingen pasukan internasional. Zona tersebut akan menjadi wilayah penyangga untuk mencegah terulangnya agresi di masa depan.

Komite Palang Merah Internasional mengatakan ada aturan terperinci untuk pembuatan dan pengakuan zona demiliterisasi dan konsep tersebut tidak jauh dari zona rumah sakit dan area lain yang dianggap netral selama konflik.

Berikut adalah 7 kota di Ukraina yang menjadi kandidat pemberlakuan zona demiliterisasi dalam perang Rusia - Ukraina.

1. Zaporizhzhia

7 Kota Calon Zona Demiliterisasi Rusia - Ukraina, Mayoritas di Wilayah Perbatasan

Foto/Reuters

Zaporizhzhia dulu dikenal sebagai Aleksandrovsk atau Ole ksandrivsk adalah sebuah kota di tenggara Ukraina, terletak di tepi Sungai Dnieper. Zaporizhzhia terkenal dengan pusat industri yang penting.

Kota tersebut merupakan wilayah yang pertama kali diusulkan menjadi kandidat utama untuk zona demiliterisasi. Hal itu dikarenakan kota tersebut memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyerukan pembentukan zona demiliterisasi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia di Ukraina selatan.

Pada pertemuan Dewan Keamanan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menuntut agar pasukan Rusia dan Ukraina menyepakati "perimeter demiliterisasi". Menurut Guterres, ini akan mencakup "komitmen pasukan Rusia untuk menarik semua personel dan peralatan militer dari perimeter itu dan komitmen pasukan Ukraina untuk tidak bergerak ke dalamnya."

IAEA mengatakan penembakan terhadap fasilitas tersebut harus segera dihentikan. Ini memerlukan kesepakatan oleh semua pihak terkait untuk pembentukan zona keselamatan dan perlindungan keamanan nuklir" di sekitar pembangkit itu.

Dikatakan tindakan terbaik adalah mengakhiri konflik, tetapi jika gagal, area keamanan harus ditetapkan. Itu juga menyerukan penghapusan kendaraan lapis baja Rusia yang diamati oleh delegasi di pabrik.

Kyiv dan Moskow telah berulang kali menuduh satu sama lain menembaki pabrik tersebut. Pabrik Zaporizhzhia, bersama dengan sebagian besar wilayah lainnya, telah berada di bawah pendudukan Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
5 Fakta 2024 Jadi Tahun...
5 Fakta 2024 Jadi Tahun Kemenangan Rusia di Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved