AS: Pasukan Rusia Bisa Bikin NATO Kewalahan dalam 60 Jam

Jum'at, 10 Juni 2016 - 08:12 WIB
AS: Pasukan Rusia Bisa...
AS: Pasukan Rusia Bisa Bikin NATO Kewalahan dalam 60 Jam
A A A
WASHINGTON - Deputi Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk Rusia, Ukraina dan Eurasia, Michael Carpenter, memperingatkan bahwa pasukan Rusia mampu menginvasi dan membuat NATO kewalahan hanya dalam tempo 60 jam.

Menurutnya, meskipun NATO telah menumpuk kekuatan militer di Eropa khususnya di dekat perbatasan Rusia, hal itu masih belum cukup.

Peringatan dari Carpenter ini disampaikan dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS awal pekan ini. Peringatan Carpenter ini mengacu pada laporan dari kelompok think tank RAND Corporation yang diminta Senator Senator Cory Gardner. Laporan ini menyatakan kekhawatiran bahwa pasukan Rusia bisa membuat NATO kewalahan hanya dalam 60 jam.

”Pada akhir 2017, ketika kami menerapkan semua pendanaan ERI (European Reassurance Initiative) yang muncul secara online, kesiapan kami akan jauh lebih baik untuk mengatasi tantangan dan jauh lebih siap untuk menghalangi agresi Rusia di wilayah itu ketimbang sekarang,” katanya.

”Saya tidak tahu bahwa kami secara signifikan lebih maju sekarang ketimbang ketika laporan RAND keluar, tapi saya yakin pada akhir 2017, ketika kami memiliki tim brigade tempur lapis baja tambahan sepadan dengan postur pertahanan di sisi timur NATO, kami akan (mampu),” lanjut dia, seperti dikutip Sputniknews, Jumat (10/6/2016).

Peringatan ini muncul di saat Sekretaris Jenderal NATO; Jens Stoltenberg, berusaha meningkatkan belanja pertahanan yang lebih besar untuk militer aliansi.

”Ketegangan meningkat, kami hidup di dunia yang lebih berbahaya, kami melihat Rusia lebih tegas ke timur dan kita melihat semua gejolak dan kekerasan di selatan,” kata Stoltenberg saat konferensi pers hari Kamis.

”Ini oke untuk mengurangi (belanja militer) ketika ketegangan akan mereda, selama kami mampu meningkatkan anggaran pertahanan saat ketegangan meningkat, dan itulah yang saya harapkan untuk dilakukan sekutu-sekutu NATO,” lanjut dia.

NATO telah berulang kali menyerukan anggotanya untuk menghabiskan minimal 2% dari PDB mereka untuk sektor pertahanan.

Rusia telah menganggap kehadiran pasukan NATO di dekat perbatasan mereka sebagai ancaman keamanan.

Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan pada awal pekan ini bahwa latihan militer di Polandia tidak berkontribusi pada penciptaan suasana yang saling mempercayai. Latihan perang NATO yang melibatkan hingga 30 ribu tentara merupakan yang terbesar sejak Perang Dunia II.
(mas)
Berita Terkait
3 Orang Berpengaruh...
3 Orang Berpengaruh Rusia Lulusan Amerika Serikat
Senjata Amerika Serikat...
Senjata Amerika Serikat Sudah Ada di Lapangan Tembak Ukraina
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang Jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO, Siapa Saja?
Putin: NATO Menipu Rusia
Putin: NATO Menipu Rusia
Prajurit Rusia Terlalu...
Prajurit Rusia Terlalu Tangguh, Tentara Bayaran Amerika Serikat Menyesal Ikut Berperang di Ukraina
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
37 menit yang lalu
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
42 menit yang lalu
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
1 jam yang lalu
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
2 jam yang lalu
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
2 jam yang lalu
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
3 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved