Hukum di Dua Wilayah AS Targetkan LGBT, Obama Tersingung
Sabtu, 23 April 2016 - 15:25 WIB
Hukum di Dua Wilayah AS Targetkan LGBT, Obama Tersingung
A
A
A
LONDON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama tersinggung dengan penerapan hukum di North Carolina dan Mississippi yang menargetkan kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Hukum di dua wilayah AS itu mewajiban kaum LGBT menggunakan kamar mandi sesuai jenis kelamin di akta lahir mereka.
Obama merasa hukum di dua wilayah AS itu “salah” dan “harus dibatalkan”. Hukum yang membatasi ruang gerak kaum LGBT itu dianggap diskriminatif.
Pernyataan Obama itu disampaikan dalamm sebuah konferensi pers di London dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Pemerintah di dua wilayah AS itu juga membatasi penyediaan fasilitas khusus bagi kaum LGBT.
Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris baru-baru ini mengeluarkan peringatan bagi warga Inggris yang akan melakukan kunjungan ke North Carolina dan Mississippi karena bisa menghadapi diskriminasi berdasarkan orientasi seksual atau identitas gender.
“Wisatawan LGBT mungkin akan terpengaruh oleh undang-undang yang disahkan baru-baru ini di negara bagian North Carolina dan Mississippi,” bunyi peringatan kementerian itu di situsnya.
Obama meyakinkan warga Inggris bahwa mereka harus merasa bebas untuk melakukan perjalanan di seluruh wilayah Amerika.
”Saya ingin semua orang di sini, di Inggris, untuk mengetahui bahwa orang-orang dari North Carolina dan Mississippi adalah orang yang mengagumkan. Mereka adalah orang-orang ramah. (Tempat) mereka adalah negara yang indah, dan Anda dipersilakan dan Anda harus datang dan menikmati diri sendiri,” kata Obama, seperti dikutip Washington Post, Sabtu (23/4/2016).
“Saya juga berpikir bahwa hukum yang telah lolos adalah salah dan harus dibatalkan,” lanjut Obama.
”Dan mereka dalam menanggapi politik, beberapa sebagian,dengan emosi yang kuat yang dihasilkan oleh orang-orang—beberapa di antaranya adalah orang-orang yang baik—tapi saya hanya tidak setuju, ketika menghormati hak-hak yang sama dari semua orang, tanpa memandang orientasi seksual, apakah mereka transgender atau gay atau lesbian,” ujar Obama.
“Dan meskipun saya menghormati dengan sudut pandang yang berbeda, saya pikir itu sangat penting bagi kita untuk tidak mengirim sinyal bahwa ada orang diperlakukan berbeda,” imbuh Obama.
Obama merasa hukum di dua wilayah AS itu “salah” dan “harus dibatalkan”. Hukum yang membatasi ruang gerak kaum LGBT itu dianggap diskriminatif.
Pernyataan Obama itu disampaikan dalamm sebuah konferensi pers di London dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Pemerintah di dua wilayah AS itu juga membatasi penyediaan fasilitas khusus bagi kaum LGBT.
Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris baru-baru ini mengeluarkan peringatan bagi warga Inggris yang akan melakukan kunjungan ke North Carolina dan Mississippi karena bisa menghadapi diskriminasi berdasarkan orientasi seksual atau identitas gender.
“Wisatawan LGBT mungkin akan terpengaruh oleh undang-undang yang disahkan baru-baru ini di negara bagian North Carolina dan Mississippi,” bunyi peringatan kementerian itu di situsnya.
Obama meyakinkan warga Inggris bahwa mereka harus merasa bebas untuk melakukan perjalanan di seluruh wilayah Amerika.
”Saya ingin semua orang di sini, di Inggris, untuk mengetahui bahwa orang-orang dari North Carolina dan Mississippi adalah orang yang mengagumkan. Mereka adalah orang-orang ramah. (Tempat) mereka adalah negara yang indah, dan Anda dipersilakan dan Anda harus datang dan menikmati diri sendiri,” kata Obama, seperti dikutip Washington Post, Sabtu (23/4/2016).
“Saya juga berpikir bahwa hukum yang telah lolos adalah salah dan harus dibatalkan,” lanjut Obama.
”Dan mereka dalam menanggapi politik, beberapa sebagian,dengan emosi yang kuat yang dihasilkan oleh orang-orang—beberapa di antaranya adalah orang-orang yang baik—tapi saya hanya tidak setuju, ketika menghormati hak-hak yang sama dari semua orang, tanpa memandang orientasi seksual, apakah mereka transgender atau gay atau lesbian,” ujar Obama.
“Dan meskipun saya menghormati dengan sudut pandang yang berbeda, saya pikir itu sangat penting bagi kita untuk tidak mengirim sinyal bahwa ada orang diperlakukan berbeda,” imbuh Obama.
(mas)