Dukung Aksi Protes, Putri Mantan Presiden Iran Dihukum 5 Tahun Penjara

Rabu, 11 Januari 2023 - 11:05 WIB
loading...
Dukung Aksi Protes,...
Dukung Aksi Protes, Putri Mantan Presiden Iran Dihukum 5 Tahun Penjara. FOTO/Reuters
A A A
DUBAI - Faezeh Hashemi, putri mantan presiden Iran, Akbar Hashemi Rafsanjani, telah dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Hal itu diungkapkan pengacara Hashemi, Selasa (10/1/2023).

Pengacara Hashemi tidak merinci dakwaan terhadap kliennya. Namun, Jaksa Penuntut Umum Teheran mendakwa Hashemi tahun lalu atas tuduhan "propaganda melawan sistem," menurut kantor berita semi-resmi, ISNA.

Baca: Pakar Sebut Eksekusi Mati Ciptakan Kebencian Besar-besaran di Antara Warga Iran

Media pemerintah pada bulan September melaporkan dia telah ditangkap karena "menghasut kerusuhan" di Teheran selama protes yang dipicu oleh kematian seorang wanita muda Kurdi dalam tahanan polisi.

“Menyusul penangkapan Faezeh Hashemi, dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara, tetapi hukumannya belum final,” tulis pengacara pembela Neda Shams di akun Twitter-nya, seperti dikutip dari Reuters.

Pada 2012, Faezeh Hashemi dijatuhi hukuman penjara dan dilarang melakukan kegiatan politik karena "propaganda anti negara" sejak pemilihan presiden 2009 yang disengketakan.

Rafsanjani wafat pada tahun 2017. Kebijakan pragmatis Rafsanjani tentang liberalisasi ekonomi dan hubungan yang lebih baik dengan Barat menarik pendukung sengit dan kritik yang sama sengitnya selama hidupnya. Dia adalah salah satu pendiri Republik Islam.

Baca: Balas Kartun yang Menghina Khamenei, Massa Iran Bakar Bendera Prancis

Kini, demonstrasi telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi para penguasa ulama Iran sejak revolusi 1979. Setelah berbulan-bulan berlangsung aksi protes yang dipicu oleh kematian seorang wanita Kurdi, rezim Teheran coba meredamnya dengan menjatuhkan hukuman mati pada sejumlah demonstran.

Meski mendapat kecaman luas dari dunia internasional karena menjatuhkan vonis hukuman mati, namun Iran tetap melaksanakan eksekusi tersebut. Dampak dari pelaksanaan hukuman gantung, aksi demonstrasi di sejumlah kota mulai mereda.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
Terbukti Bersalah, Putri...
Terbukti Bersalah, Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved