Rusia: Laporan Pesawat NATO Dipakai Angkut Narkoba di Afghanistan Harus Diselidiki

Minggu, 12 Juli 2020 - 12:57 WIB
loading...
Rusia: Laporan Pesawat...
Rusia bersikukuh bahwa laporan tentang kemungkinan penggunaan pesawat NATO untuk dijadikan alat angkut narkoba di Afghanistan harus diselidiki. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia bersikukuh bahwa laporan tentang kemungkinan penggunaan pesawat NATO untuk dijadikan alat angkut narkoba di Afghanistan harus diselidiki. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

"Kami terus menerima laporan, termasuk melalui media massa, bahwa selundupan opiat telah diatur dari Afghanistan ke negara-negara lain, termasuk ke Eropa, dengan menggunakan pesawat militer koalisi NATO," ucap Lavrov.

( Baca juga: Menlu Rusia Bantah Laporan Moskow Beri Taliban Hadiah Bunuh Tentara AS )

"Kami tidak dapat memverifikasi laporan ini 100% tetapi laporan seperti itu datang terlalu teratur untuk diabaikan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Minggu (12/7/2020).

Lavrov kemudian mengatakan, jika pesawat militer digunakan di Afghanistan, itu hanya mungkin pesawat milik NATO dan penerbangan semacam itu hanya dapat dilakukan oleh militer atau layanan khusus. "Tentu saja informasi seperti itu perlu diselidiki, pertama-tama di Amerika Serikat (AS)," ungkapnya.

Dia menuturkan penyelidikan juga diperlukan di negara-negara anggota NATO. Lavrov menyebut, untuk menemukan fakta yang benar-benar dapat diandalkan, dapat dikatakan bahwa selama 20 tahun kehadiran AS dan anggota NATO lainnya Afghanistan, perdagangan narkoba dari negara itu telah meningkat berkali-kali lipat.

( Baca juga: Jelang Idul Adha 1441 H, Petugas Cek Kesehatan Hewan Kurban )

"Baik AS maupun anggota koalisi lainnya telah melakukan upaya serius untuk menghentikan produksi narkoba di Afghanistan," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Pesawat Airbus A400M...
Pesawat Airbus A400M Mendarat di Lanud Halim, Perkuat Armada Tempur TNI AU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved