Dikecam karena Ubah Hagia Sophia Menjadi Masjid, Erdogan Cuek

Minggu, 12 Juli 2020 - 11:48 WIB
loading...
Dikecam karena Ubah...
Erdogan menuturkan, keputusan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah langkah menuju membuat Turki yang hebat dan menyebut pendapat negara-negara lain mengenai hal ini tidak masalah. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menuturkan, keputusan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid adalah langkah menuju membuat Turki yang hebat. Dia juga mengatakan pendapat negara-negara lain mengenai hal ini tidak masalah.

"Kami membuat keputusan untuk mengubah status Hagia Sophia, berdasarkan pada pendapat orang-orang kami dan bukan orang-orang yang mengatakan hal-hal tentang kami," kata Erdogan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (12/7/2020).

( Baca juga: Erdogan: Jadi Masjid, Salat Pertama di Hagia Sophia 24 Juli )

Erdogan kemudian mengatakan bahwa negaranya akan terus mengambil jalan yang benar, dalam rangka membangun Turki yang kuat dan kuat. Erdogan juga mengatakan Hagia Sophia yang berusia hampir 1.500 tahun akan tetap terbuka untuk Muslim, Kristen, dan orang asing.

Sebelumnya, Yunani mengutuk keputusan Turki tersebut. Yunani mengatakan keputusan itu akan memiliki dampak tidak hanya pada hubungan antara kedua negara, tetapi pada hubungan Turki dengan Uni Eropa (UE).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri UE, Josep Borrell menyatakan penyesalan atas keputusan yang diambil Turki tersebut.

( Baca juga: Uni Eropa Sesalkan Keputusan Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid )

"Keputusan Dewan Negara Turki untuk membatalkan salah satu keputusan penting Turki modern dan keputusan Erdogan untuk menempatkan monumen di bawah pengelolaan Presidensi Urusan Agama sangat disesalkan," ucapnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved