Ini Daftar Lengkap Tuntutan Rusia dan Ukraina untuk Akhiri Perang
Rabu, 28 Desember 2022 - 00:53 WIB
loading...
Rusia dan Ukraina memiliki daftar tuntutan untuk mengakhiri perang. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
MOSKOW - Perang Rusia dan Ukraina telah memasuki bulan ke sepuluh sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukannya untuk menginvasi negara tetangganya itu. Sejak itu, langkah-langkah perdamaian untuk mengakhiri konflik telah berlangsung namun berujung pada kegagalan.
Kini, baik Rusia maupun Ukraina tampak sedikit melunak dan telah memberikan kode untuk mengakhiri konflik.
Pertama, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia siap untuk merundingkan beberapa hasil yang dapat diterima dengan semua peserta dari proses perdamaian ini.
"Bukan kami yang menolak pembicaraan, tapi mereka," ujarnya.
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba berbicara dengan Associated Press tentang harapan mengadakan pertemuan puncak perdamaian pada bulan Februari, dengan tujuan mengakhiri serangan Rusia yang sedang berlangsung di negaranya.
"Setiap perang berakhir dengan cara diplomatis," katanya. "Setiap perang berakhir sebagai akibat dari tindakan yang diambil di medan perang dan di meja perundingan," imbuhnya.
Namun, mengingat pernyataan yang dibuat oleh Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tentang persyaratan yang diperlukan bagi mereka untuk menerima kesepakatan damai, kemungkinan perang akan segera berakhir tampaknya tidak mungkin.
Baca: Putin: Bukan Kami Menolak Bernegosiasi, Tapi Mereka yang Tak Mau
Berikut adalah daftar tuntutan dari keduanya seperti dikutip dari Newsweek, Rabu (28/12/2022).
Tuntutan Rusia
Sementara Kremlin mungkin membuka pintu untuk negosiasi, serangan terhadap Ukraina belum berhenti. Wawancara Putin pada Minggu kemarin dilakukan saat pasukannya melepaskan serangan ke kota Kramatorsk dan Avdiivka, dan peringatan serangan udara di seluruh negeri di Ukraina dibunyikan dua kali pada siang hari.
Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menjelaskan lebih rinci tentang kondisi yang dianggap perlu oleh Rusia untuk perdamaian. Ukraina harus menyerah atau perang akan berlanjut, katanya.
1. Denazifikasi dan Demiliterisasi
Kini, baik Rusia maupun Ukraina tampak sedikit melunak dan telah memberikan kode untuk mengakhiri konflik.
Pertama, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia siap untuk merundingkan beberapa hasil yang dapat diterima dengan semua peserta dari proses perdamaian ini.
"Bukan kami yang menolak pembicaraan, tapi mereka," ujarnya.
Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba berbicara dengan Associated Press tentang harapan mengadakan pertemuan puncak perdamaian pada bulan Februari, dengan tujuan mengakhiri serangan Rusia yang sedang berlangsung di negaranya.
"Setiap perang berakhir dengan cara diplomatis," katanya. "Setiap perang berakhir sebagai akibat dari tindakan yang diambil di medan perang dan di meja perundingan," imbuhnya.
Namun, mengingat pernyataan yang dibuat oleh Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tentang persyaratan yang diperlukan bagi mereka untuk menerima kesepakatan damai, kemungkinan perang akan segera berakhir tampaknya tidak mungkin.
Baca: Putin: Bukan Kami Menolak Bernegosiasi, Tapi Mereka yang Tak Mau
Berikut adalah daftar tuntutan dari keduanya seperti dikutip dari Newsweek, Rabu (28/12/2022).
Tuntutan Rusia
Sementara Kremlin mungkin membuka pintu untuk negosiasi, serangan terhadap Ukraina belum berhenti. Wawancara Putin pada Minggu kemarin dilakukan saat pasukannya melepaskan serangan ke kota Kramatorsk dan Avdiivka, dan peringatan serangan udara di seluruh negeri di Ukraina dibunyikan dua kali pada siang hari.
Pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menjelaskan lebih rinci tentang kondisi yang dianggap perlu oleh Rusia untuk perdamaian. Ukraina harus menyerah atau perang akan berlanjut, katanya.
1. Denazifikasi dan Demiliterisasi
Lihat Juga :