Serangan di Kherson Tewaskan 10 orang, Rusia Salahkan Pasukan Pro-Kiev

Minggu, 25 Desember 2022 - 11:13 WIB
loading...
Serangan di Kherson...
Pejabat Pro-Moskow sebut serangan di Kherson yang menewaskan 10 orang dilakukan oleh pasukan Pro-Ukraina. Foto/Reuters
A A A
KIEV - Serangan Rusia di kota Kherson yang baru saja direbut kembali Ukraina menewaskan sedikitnya 10 orang, melukai 58 orang dan meninggalkan mayat berlumuran darah di jalan.

Namun seorang pejabat pro-Moskow menanggapi dengan mengatakan pasukan Ukraina telah melancarkan serangan dalam upaya untuk menyalahkan militer Rusia.

Rusia menguasai sebagian besar tapi tidak semua wilayah Kherson. Gubernur setempat Yaroslav Yanushevych, yang ditunjuk oleh Kiev, mengatakan kepada televisi nasional bahwa jumlah korban tewas meningkat menjadi 10 orang, kata kantor berita Interfax Ukraina.

Namun Vladimir Saldo, gubernur wilayah yang dilantik Rusia, mengatakan Kiev telah memerintahkan pasukan untuk menyerang kota.

“Ini adalah provokasi yang menjijikkan dengan tujuan yang jelas untuk menyalahkan angkatan bersenjata Rusia,” tulisnya di Telegram seperti dikutip dari Reuters, Minggu (25/12/2022).

Baca: Rudal Rusia Hujani Kherson, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Marah

Yuriy Sobolevskyi, wakil ketua dewan regional, mengatakan sebuah rudal mendarat di sebelah supermarket dekat Lapangan Kebebasan kota.

“Ada warga sipil di sana, masing-masing menjalani kehidupannya sendiri, menjalankan bisnisnya sendiri,” katanya, memperhatikan seorang gadis yang menjual kartu SIM telepon, yang lain menurunkan barang dari truk, dan orang yang lewat.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan dari Kherson secara independen.

Ukraina merebut kembali Kherson, satu-satunya ibu kota regional yang dikuasai Rusia sejak invasi 24 Februari, pada November lalu. Sejak itu, Kiev mengatakan pasukan Rusia telah menembaki kota itu dari seberang sungai Dnipro yang luas.

Pembantu presiden Ukraina, Kyrylo Tymoshenko, mengatakan serangan itu berasal dari peluncur roket ganda Grad.

Baca: Mantan PM Italia Draghi: Hanya Putin yang Dapat Akhiri Konflik di Ukraina

Ajudan Zelensky lainnya, Mykhailo Podolyak, mengkritik mereka yang menyerukan Kiev untuk melakukan pembicaraan damai dengan Rusia, merujuk pada jaringan listrik Ukraina yang tanpa henti dihantam Moskow sejak Oktober lalu yang telah menyebabkan jutaan orang hidup tanpa pemanas atau air.

“Saya akan mengingatkan mereka yang mengusulkan untuk mempertimbangkan inisiatif 'perdamaian' (Rusia): Saat ini Rusia sedang 'bernegosiasi,' membunuh penduduk Kherson, memusnahkan Bakhmut, menghancurkan jaringan Kiev/Odesa, menyiksa warga sipil di Melitopol,” tulis Podolyak.

“Rusia ingin membunuh dengan impunitas. Haruskah kita mengizinkannya?" tanyanya.

Yanushevych sebelumnya membagikan pesan dari bank darah kota yang menyerukan sumbangan mendesak.

Kiev, menurut perdana menteri Ukraina, masih belum pulih dari gelombang serangan rudal hari Senin, yang mematikan separuh pasokan listrik kota keesokan harinya.

Baca: Zelenksy: Rusia Kemungkinan Gempur Ukraina Lagi saat Natal
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved