5 Negara Adidaya di Masa Lampau dan Kondisinya Saat Ini

Jum'at, 23 Desember 2022 - 19:52 WIB
loading...
A A A
4. Dinasti Qing (China)

Dinasti Qing merupakan kekaisaran terakhir di China yang berkuasa antara tahun 1644 hingga 1912. Dikutip dari laman History, Kaisar Shunzhi mendirikan Dinasti Qing pada 1644.

Beberapa penguasanya yang terkenal adalah Kaisar Kangxi dan Kaisar Qianlong. Kangxi menjadi yang terlama dengan berkuasa sekitar 61 tahun. Dalam berbagai kebijakannya, mereka memiliki angka ekspor yang bagus untuk beberapa produk seperti kapas, sutra, teh, hingga keramik.

Sementara Qianlong menghabiskan waktu pemerintahannya selama 60 tahun. Berbeda dengan Kangxi, dia justru lebih terobsesi untuk melestarikan kebudayaan setempat.

Setelah mengalami banyak pemberontakan, Dinasti Qing jatuh pada 1911. Di tahun tersebut, Partai Nasionalis Tiongkok mengadakan pemberontakan di Wuchang. Selain itu, sekitar 15 provinsi juga mendeklarasikan kemerdekaannya dari kekaisaran.

Beralih ke masa kini, pada perkembangannya China menjadi salah satu negara maju yang cukup berpengaruh di dunia. Selain sektor ekonominya yang kuat, mereka juga memiliki kekuatan militer yang mumpuni dan disegani negara lain.

5. Kekaisaran Mongol

Kekaisaran Mongol menjadi salah satu kekaisaran terbesar dalam sejarah dunia. Dikutip dari laman National Geographic, saat berada dalam pimpinan Genghis Khan, wilayahnya terus meluas hingga mencakup sebagian besar Eurasia.

Dalam sejarahnya, kekaisaran ini didirikan pada 1206. Genghis Khan menyatukan suku-suku Mongolia dan mengarahkan pemerintahannya ke militer-feodal.

Seiring waktu, Kekaisaran Mongol terus berkembang dengan periode ekspansif agresif selama 162 tahun. Di puncak kejayaannya, mereka diketahui menguasai wilayah hingga 12 juta mil persegi.

Akan tetapi, kematian Genghis Khan pada 1227 menghancurkan Kekaisaran Mongol. Sepeninggalnya, terjadi perselisihan antara penerus sehingga membuatnya terpecah belah.

Sejak keruntuhan Kekaisaran tersebut, bangsa Mongol belum bisa membangun kembali kejayaannya. Bahkan, untuk negara Mongolia sendiri saat ini berstatus sebagai negara berkembang karena kinerja ekonominya yang rendah menurut IMF.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
AS Bombardir 5 Provinsi...
AS Bombardir 5 Provinsi Iran, 14 Orang Tewas 78 Luka
Rekomendasi
Prancis Menanti Pemenang...
Prancis Menanti Pemenang Spanyol vs Belgia: Siapa Lebih Berbahaya di Semifinal?
Persoalkan Penetapan...
Persoalkan Penetapan Tersangka, Sidang Praperadilan Kedua Roy Suryo Digelar Hari Ini
15 Perwira Dimutasi...
15 Perwira Dimutasi Kapolri Jadi Dirlantas pada Juni 2026, Ini Namanya
Berita Terkini
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved