Macron Kembali Serukan Jaminan Keamanan untuk Rusia
Kamis, 22 Desember 2022 - 02:07 WIB
loading...
A
A
A
Pemimpin Prancis itu pertama kali menyuarakan gagasan "jaminan keamanan" untuk Rusia awal bulan ini. Ia berlasan bahwa salah satu "poin penting" yang harus ditangani NATO adalah kekhawatiran Rusia bahwa blok militer itu datang tepat ke pintunya, dan penyebaran senjata yang dapat mengancam Rusia.
Komentarnya memicu rentetan kritik tidak hanya dari Kiev tetapi juga sesama pemimpin Uni Eropa dari Polandia, Slovakia, dan negara-negara Baltik. Diplomat Prancis mencoba untuk mengecilkan komentar tersebut, bersikeras bahwa itu diambil di luar konteks, sementara Macron sendiri mendesak sekutu Eropa untuk tidak menciptakan kontroversi yang sebenarnya tidak ada.
Desember lalu, Rusia mengajukan daftar tuntutan keamanan kepada Amerika Serikat (AS) dan NATO. Rusia meminta Barat untuk memberlakukan larangan Ukraina masuk menjadi anggota blok militer itu, sambil bersikeras bahwa NATO harus mundur ke perbatasannya tahun 1997, sebelum mulai berkembang.
Pada bulan Januari, AS dan NATO menolak, dengan mengatakan mereka hanya akan tertarik pada pembicaraan pengendalian senjata strategis. Sejak konflik di Ukraina meningkat pada bulan Februari, blok tersebut juga bergerak untuk menyambut Swedia dan Finlandia ke dalam aliansi militer, meskipun perluasan tersebut belum diselesaikan.
Baca: Macron Minta NATO Beri Jaminan Keamanan pada Rusia, Ukraina Marah
Komentarnya memicu rentetan kritik tidak hanya dari Kiev tetapi juga sesama pemimpin Uni Eropa dari Polandia, Slovakia, dan negara-negara Baltik. Diplomat Prancis mencoba untuk mengecilkan komentar tersebut, bersikeras bahwa itu diambil di luar konteks, sementara Macron sendiri mendesak sekutu Eropa untuk tidak menciptakan kontroversi yang sebenarnya tidak ada.
Desember lalu, Rusia mengajukan daftar tuntutan keamanan kepada Amerika Serikat (AS) dan NATO. Rusia meminta Barat untuk memberlakukan larangan Ukraina masuk menjadi anggota blok militer itu, sambil bersikeras bahwa NATO harus mundur ke perbatasannya tahun 1997, sebelum mulai berkembang.
Pada bulan Januari, AS dan NATO menolak, dengan mengatakan mereka hanya akan tertarik pada pembicaraan pengendalian senjata strategis. Sejak konflik di Ukraina meningkat pada bulan Februari, blok tersebut juga bergerak untuk menyambut Swedia dan Finlandia ke dalam aliansi militer, meskipun perluasan tersebut belum diselesaikan.
Baca: Macron Minta NATO Beri Jaminan Keamanan pada Rusia, Ukraina Marah
(ian)
Lihat Juga :