Pakar Sebut Ambisi Erdogan agar Turki Punya Bom Nuklir Serius
Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Spacapan juga menambahkan bahwa dari sudut pandang pasar, gas alam dan energi terbarukan mengalahkan nuklir, dan membawa kesepakatan pengeboran gas alam yang disepakati Turki dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya tahun lalu.
“Yang mengkhawatirkan adalah Turki dapat mengeksploitasi pembangkit nuklir sebagai kedok untuk mendapatkan teknologi dan perangkat keras yang terkait dengan bom. Transfer teknologi sudah terjadi. Sejak proyek Akkuyu dimulai, mahasiswa teknik Turki telah menjadi kelompok nasional terbesar kedua yang mempelajari ilmu nuklir di Rusia, tempat ratusan ilmuwan Iran dan Korea Utara datang sebelum mereka," paparnya, seperti dikutip Al Arabiya, Sabtu (11/7/2020).
Ketiga, lanjut Spacapan, Ankara berkolaborasi secara militer dengan Pakistan, sebuah negara yang memiliki senjata nuklir yang tidak jauh dari perbatasan Turki. Spacapan mencatat bahwa untuk sementara hubungan Turki-Pakistan hangat tapi dangkal. Menurutnya, Erdogan mempererat ikatan sejak 2018 dan memasok militer Pakistan dengan senjata canggih.
"Kekuatan Erdogan saat ini di Islamabad melebihi kekuatan Korea Utara, Iran, dan Libya, yang semuanya menerima bantuan bom nuklir dari Pakistan," katanya.
"Karena pembangkit nuklir menyediakan banyak teknologi untuk pembuatan bom, dan dalam kasus Turki tidak masuk akal secara ekonomi, Amerika Serikat harus berusaha menjauhkan Turki dari energi nuklir," imbuh pakar non-proliferasi tersebut.
“Yang mengkhawatirkan adalah Turki dapat mengeksploitasi pembangkit nuklir sebagai kedok untuk mendapatkan teknologi dan perangkat keras yang terkait dengan bom. Transfer teknologi sudah terjadi. Sejak proyek Akkuyu dimulai, mahasiswa teknik Turki telah menjadi kelompok nasional terbesar kedua yang mempelajari ilmu nuklir di Rusia, tempat ratusan ilmuwan Iran dan Korea Utara datang sebelum mereka," paparnya, seperti dikutip Al Arabiya, Sabtu (11/7/2020).
Ketiga, lanjut Spacapan, Ankara berkolaborasi secara militer dengan Pakistan, sebuah negara yang memiliki senjata nuklir yang tidak jauh dari perbatasan Turki. Spacapan mencatat bahwa untuk sementara hubungan Turki-Pakistan hangat tapi dangkal. Menurutnya, Erdogan mempererat ikatan sejak 2018 dan memasok militer Pakistan dengan senjata canggih.
"Kekuatan Erdogan saat ini di Islamabad melebihi kekuatan Korea Utara, Iran, dan Libya, yang semuanya menerima bantuan bom nuklir dari Pakistan," katanya.
"Karena pembangkit nuklir menyediakan banyak teknologi untuk pembuatan bom, dan dalam kasus Turki tidak masuk akal secara ekonomi, Amerika Serikat harus berusaha menjauhkan Turki dari energi nuklir," imbuh pakar non-proliferasi tersebut.
(min)
Lihat Juga :